Idul Fitri Ternyata Hari Raya Makan

11 Agustus 2013

HARI ketiga lebaran Idul Fitri, makanan masih tersaji. Opor ayam, rendang, ikan bakar, udang goreng, sambal kacang, ketupat, dan lontong. Juga beragam minuman dan kue kering.

lebaran makan

Tradisi lebaran yang diisi makan-makan ini rasanya sejalan dengan paparan Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Ali Mustafa Ya'qub, yang mengemukakan kalau Idul Fitri adalah hari makan siang tahunannya umat Islam. Hal ini berdasarkan pada kamus fikih Islam dan tatanan bahasa Arab.

Menurut Ali Mustafa, melalui www.republika.co.id, 'id dalam bahasa Arab berarti kembali atau kejadian yang berulang-ulang. Hal ini disebabkan, Idul Fitri adalah sesuatu yang berulang-ulang diperingati setiap tahunnya. Sedangkan Fitri artinya makan.

Baginya, pemaknaan Idul Fitri dengan penafsiran kembali kepada kesucian adalah penafsiran yang keliru dan tak berdasar. Demikian juga dengan istilah zakat fitrah, apakah benar dengan berzakat dua setengah liter beras dapat mengembalikan seseorang kepada fitrah sebagaimana ia baru dilahirkan?

Fitri itu artinya makan. Kalau fitrah itu artinya kondisi manusia saat dilahirkan ke dunia. Di negeri Arab sendiri, zakat fitrah disebut dengan zakat fithar (zakat makan). Untuk itu, zakat harus dikeluarkan dalam bentuk makanan seperti kurma, gandum, atau beras.

Masih menurut Ali Mustafa, menamakan zakat fithar dengan zakat fitrah, juga suatu kekeliruan. Zakat fitrah tidak bisa menjadikan seseorang suci, sebagaimana ia fitrah saat dilahirkan ke dunia. Tidak ada dalil yang sahih yang bisa dijadikan rujukan dalam hal ini.

Karena itu, baginya, publikasi berbagai mubaligh dan para da'i yang menyebut hari raya Idul Fitri adalah hari kemenangan untuk merayakan kembali kepada kesucian setelah sebulan lamanya berperang melawan hawa nafsu adalah keliru.

Selamat lebaran, mohon maaf lahir dan batin. *

0 Komentar:

Posting Komentar

 
IHSYAH blogwork | lihat juga BLOGSPOTISME