Logo HUT RI Tidak Sesuai Semangat Zaman

17 Agustus 2011

HARI ini, gema peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesai (RI) ke-66 membahana di mana-mana. Bukan hanya di tanah air, namun pun di dunia maya.

Seolah tak ada topik lain, perbincangan hanya berisi kemerdekaan dan nasionalisme.

Di jejaring sosial, setiap orang menyampaikan pendapatnya dalam memaknai kemerdekaan dengan visi dan pandangan masing-masing. Semangat kemerdekaan dan nasionalisme dalam kondisi bangsa masa kini menjadi tema umum perbincangan di televisi, juga di warung kopi.

Namun kali ini saya tak ingin ikut membahas tentang makna kemerdekaan, perjuangan, nasionalisme dan kondisi bangsa saat ini, biarkan topik itu menjadi milik media. Saya seketika tertarik dengan bentuk logo HUT RI ke-66 yang secara umum mirip dengan logo peringatan Kemerdekaan tahun-tahun sebelumnya.

Ketertarikan saya itu dipicu artikel Aji Supeno Bagus Syam yang berjudul: Logo HUT RI (Sebuah analisis semiotika dan Teori Konspirasi). Di awal analisisnya, Aji mengemukakan pertanyaan; mengapa sejak HUT RI ke-60 muncul satu bendera, 61 menjadi 2 bendera, 62 menjadi 3 bendera, dan seterusnya hingga HUT RI ke-66 yang kini memiliki 7 bendera? Pertanyaan yang sama sebenarnya sempat mampir dalam benak saya, beberapa hari lalu.

Beruntung saya menemukan artikel Aji ini, sehingga rasa penasaran tentang logo HUT RI ini bisa terjawab. Mari simak paparan Aji; perlu diingat bahwa HUT RI ke-60 yang jatuh pada tahun 2005 adalah saat Susilo Bambang Yudhoyono merayakan HUT RI untuk pertama kalinya sebagai Presiden RI ke-6. Itu menandai babak pertama Presiden SBY memberi satu bendera merah putih.

Hingga 5 tahun berikutnya, Pemilu diadakan lagi, menentukan SBY sebagai presiden untuk kedua kalinya hingga tahun 2014. Setiap setahun pemerintahan SBY ditandai dengan satu bendera merah putih dan kini di tahun 2011 jumlah bendera pada logo HUT RI berjumlah 7 buah.

Dengan analisis itu, Aji lalu menyampaikan analisisnya; salah satu efek yang akan timbul dengan logo ini menurut prediksi saya adalah; Pertama, persepsi masyarakat terhadap politik pencitraan Presiden SBY yang terkesan narsis dan pamer kekuasan. Kedua, dengan desain yang sangat sederhana itu dan tiap tahun tak mengalami perubahan maka sangat dimungkinkan kita dianggap gak kreatif.

Lebih lanjut, Aji memprediksikan bentuk logo HUT RI pada akhir masa jabatan SBY sebagai Presiden pada peringatan HUT RI ke-69 yang memasang bendera merah putih berjumlah 10.

Sungguh luar biasa dan menarik ulasan ini, karena tak banyak orang yang memperhatikan dan mengulas logo HUT RI yang memang berkesan kaku dan monoton. Padahal, di negeri ini sudah banyak anak muda yang jago desain dan animasi.

Sepertinya sudah saatnya pemerintah memikirkan bentuk logo baru yang lebih dinamis dan sesuai dengan semangat zaman. Semoga analisis Aji ini mendapat apresiasi dari pihak yang menetapkan logo peringatan HUT RI tahun depan. Merdeka!! | **

2 Komentar:

  1. Andi Hasbi Jaya mengatakan...:

    Wow jadi tuk tahun ini benderanya bertambah lagi :D kayaknya ada U dibalik B

  1. Abdhi Griffindors mengatakan...:

    Luar biasa ulasannya :D sangat menarik

Posting Komentar

 
IHSYAH blogwork | lihat juga BLOGSPOTISME