Menulis Berita dan Cara Media Bekerja

24 Mei 2013 0 Komentar

MASIH tentang teknik menulis reportase, pembahasan dilanjutkan seputar menulis berita dan cara media bekerja. Proses penulisan atau pembuatan dan pemuatan berita pada prinsipnya tak banyak berbeda di semua media.

news

Pada media yang sudah mapan, biasanya telah dibuat semacam prosedur operasional standar (SOP) dalam pembuatan berita, untuk menjaga kualitas berita yang dihasilkan.

Proses pembuatan berita biasanya dimulai dari rapat redaksi, yang juga merupakan jantung operasional media pemberitaan. Rapat redaksi merupakan kegiatan rutin, yang penting bagi pengembangan dan peningkatan kualitas berita yang dihasilkan.

Dalam rapat redaksi ini, para reporter, juru kamera, redaktur, bisa mengajukan usulan-usulan topik liputan. Usulan itu bisa berasal dari berbagai sumber. Misalnya, undangan liputan dari pihak luar, konferensi pers, siaran pers, berita yang sudah dimuat atau ditayangkan di media lain, hasil pengamatan wartawan, masukan dari narasumber atau informan, dan sebagainya.

Rapat redaksi memiliki sasaran untuk mengkoordinasikan kebijakan redaksi dan liputan. Menjaga kelancaran komunikasi antar staf redaksi (komunikasi antara reporter, juru kamera, staf riset, redaktur, dan sebagainya). Memecahkan masalah yang timbul sedini mungkin (potensi hambatan teknis dalam peliputan, keterbatasan sarana atau alat untuk peliputan, keamanan dalam peliputan, dan sebagainya). Serta menghasilkan hasil liputan yang berkualitas.

Dari rapat redaksi ini, ditentukan topik yang mau diliput, sekaligus ditunjuk reporter (juga juru kamera) yang harus meliputnya. Dalam pembahasan yang lebih rinci, bisa dibahas juga angle (sudut pandang) yang dipilih dari topik liputan bersangkutan, serta narasumber yang harus diwawancarai. Untuk kelengkapan data, staf riset bisa diminta mencari data tambahan guna menyempurnakan hasil liputan.

Sesudah tugas dibagikan secara jelas dalam rapat redaksi dan redaktur memberi arahan kepada reporter, berbekal informasi dan arahan tersebut, reporter pun meluncur ke lapangan. Dalam proses peliputan, bila ada masalah atau hambatan dalam liputan di lapangan, reporter dapat berkonsultasi langsung dengan redaktur yang menugaskannya. Hambatan itu, misalnya, narasumber menolak diwawancarai atau peristiwa yang diliput ternyata tidak seperti yang dibayangkan.

Setelah selesai meliput, reporter kembali ke kantor dan melaporkan hasil liputannya kepada redaktur yang memberi penugasan. Redaktur lalu membuat penilaian, apakah hasil liputan itu sudah sesuai dengan rancangan awal yang sebelumnya ditetapkan dalam rapat redaksi. Apakah ada hal-hal yang baru, yang mungkin lebih menarik diangkat dalam penulisan. Atau sebaliknya, hasil liputan ternyata justru biasa saja, tidak sehebat atau sedramatis yang diharapkan.

Redaktur juga melihat, apakah ada hal yang kurang terliput oleh reporter. Apakah hasil liputan sudah lengkap? Redaktur juga mempertimbangkan asas keberimbangan dan proporsionalitas dalam isi pemberitaan. Misalnya, apakah jumlah narasumber yang diwawancarai sudah cukup? Apakah narasumber yang diwawancarai itu sudah mewakili berbagai kepentingan yang terlibat?

Berdasarkan berbagai pertimbangan itu, redaktur mengusulkan di mana berita itu akan ditempatkan. Di sejumlah media, ada rapat khusus (kadang-kadang disebut rapat budgeting, meski ini tidak ada hubungannya dengan uang) untuk membahas penempatan berita. Namun, dalam rapat ini, reporter tidak ikut serta karena sudah diwakili oleh redakturnya.

Di rapat ini dibahas, apakah hasil liputan itu layak untuk berita utama di halaman pertama, atau sekadar layak untuk dimuat pendek di halaman dalam, atau justru tidak layak dimuat sama sekali.

Sesudah jelas, berita itu akan dimuat di halaman mana, seberapa panjangnya, serta penekanan pada aspek yang mana, si reporter disuruh menuliskannya. Hasil tulisan diserahkan kepada redaktur terkait, untuk disunting dari segi bahasa dan isinya.

Sebelum berita ini dimuat, kadang-kadang harus melalui proses penyuntingan bahasa oleh editor atau penyunting yang khusus memeriksa gaya bahasa. Jika isi berita itu dianggap layak jadi berita utama, biasanya redaktur pelaksana atau pemimpin redaksi juga bisa ikut terlibat.

Kemudian, berita pun dimuat. Demikianlah proses pembuatan berita pada umumnya di media cetak. Khusus untuk media televisi (audio-visual), faktor ketersediaan gambar ikut berpengaruh, bahkan sangat berpengaruh, mengenai apakah suatu item berita akan ditayangkan atau tidak.

Kalaupun ditayangkan, format penayangannya juga banyak tergantung pada ketersediaan gambar. Yah, seperti inilah media bekerja.| disarikan dari wikimu.com

#Jurnalistik: Teknik Menulis Reportase

19 Mei 2013 0 Komentar

BAGAIMANA menulis reportase? Seorang teman mengemukakan pertanyaan ini dalam sebuah grup di facebook. Untuk menjawabnya, simak paparan ini.

reportase

Reportase atau teknik peliputan berita sebagai hal mendasar yang perlu dikuasai dalam jurnalistik. Membahas teknik reportase, berarti juga membahas cara media bekerja, sebelum mereka memutuskan untuk meliput suatu acara, kegiatan atau peristiwa.

Setiap media memiliki kriteria kelayakan berita. Media juga memiliki kebijakan redaksional (editorial policy). Kriteria kelayakan berita itu bersifat umum (universal) dan tak jauh berbeda antara satu media dengan media yang lain. Sementara editorial policy bisa berbeda, tergantung visi, misi atau ideologi yang dianut media bersangkutan.

Perbedaan visi, misi dan ideologi media akan berpengaruh pada sudut pandang atau angle peliputan. Dua media yang berbeda bisa mengambil sudut pandang yang berbeda terhadap suatu peristiwa yang sama. Kelayakan berita juga dipengaruhi oleh segmen khalayak yang dilayani setiap media.

Keinginan media untuk memuaskan kebutuhan segmen khalayak pembaca, pendengar, atau pemirsa secara tak langsung juga berarti melakukan seleksi terhadap apa yang layak dan tidak layak diliput.

Meski berbeda sudut pandang, namun setiap media setidaknya berpegang pada kriteria kelayakan berita berikut ini:

Penting. Suatu peristiwa diliput jika dianggap punya arti penting bagi mayoritas khalayak pembaca, pendengar, atau pemirsa. Tentu saja, media tidak akan rela memberikan space atau durasi untuk materi liputan yang remeh. Kenaikan harga bahan bakar minyak, dan sebagainya, jelas penting karena punya dampak langsung pada kehidupan orang banyak.

Aktual. Suatu peristiwa dianggap layak diliput jika baru terjadi. Maka, ada ungkapan tentang berita "hangat" artinya belum lama terjadi dan masih jadi pembicaraan masyarakat. Sebaliknya, disebut berita "basi" jika peristiwa sudah lama terjadi. Namun, pengertian "baru terjadi" bisa berbeda untuk majalah mingguan, peristiwa yang terjadi minggu lalu masih bisa dikemas dan dimuat. Untuk suratkabar harian, istilah "baru" berarti peristiwa kemarin. Untuk radio, televisi, juga media online, berkat kemajuan teknologi telekomunikasi, makna "baru" adalah beberapa jam sebelumnya atau "seketika" (real time).

Unik. Suatu peristiwa diliput karena punya unsur keunikan, kekhasan, atau tidak biasa. Orang digigit anjing, itu biasa. Tetapi, orang mengigit anjing, itu unik dan luar biasa. Contoh lain: seorang mahasiswa berangkat kuliah setiap hari, itu kejadian rutin dan biasa. Tetapi, seorang mahasiswa berangkat kuliah setiap hari dengan sepatu roda, itu unik. Di sekitar kita, selalu ada peristiwa yang tidak biasa.

Trend. Sesuatu yang sedang menjadi trend atau menggejala di kalangan masyarakat, patut mendapat perhatian untuk diliput media. Pengertian trend adalah sesuatu yang diikuti oleh orang banyak, bukan satu-dua orang saja. Misalnya, perilaku kekerasan geng motor yang sering terjadi, demonstrasi yang berujung bentrok, dan sebagainya.

Magnitude. Mendengar istilah magnitude, mengingatkan pada gempa bumi. Benar. Magnitude ini berarti "kekuatan" dari suatu peristiwa. Gempa berkekuatan 6,9 skala Richter pasti jauh lebih besar dampak kerusakannya, dibandingkan gempa berkekuatan 3,1 skala Richter. Dalam konteks peristiwa untuk diliput, sebuah aksi demonstrasi yang dilakukan 10.000 buruh, tentu lebih besar magnitude-nya ketimbang demonstrasi yang cuma diikuti 100 buruh.

Human Interest. Suatu peristiwa yang menyangkut manusia, selalu menarik diliput. Mungkin sudah menjadi bawaan kita untuk selalu ingin tahu tentang orang lain. Apalagi yang melibatkan drama, seperti: penderitaan, kesedihan, kebahagiaan, harapan, perjuangan, dan lain-lain. Topik-topik kemanusiaan semacam ini biasanya disajikan dalam bentuk feature.

Unsur Konflik. Konflik, seperti juga berbagai hal lain yang menyangkut hubungan antar-manusia, menarik untuk diliput. Perseteruan antara mantan penyanyi cilik Adi Bing Slamet dengan mantan penasehat spritualnya Eyang Subur menarik diliput. Mengapa? Ya, karena sangat menonjol unsur konflik dan kontroversinya. Bahkan, konflik dan kontroversi ini terus menjadi ulasan media selama sebulan ini.

Asas Kedekatan (Proximity). Suatu peristiwa yang terjadi dekat dengan khalayak, lebih layak diliput ketimbang peristiwa yang terjadi jauh dari pembaca, pendengar, atau pemirsa. Banjir di Makassar atau Jakarta tentu lebih perlu diberitakan ketimbang peristiwa yang sama tetapi terjadi di India. Unsur "kedekatan" juga berarti kedekatan emosional, semisal, agresi Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza, secara geografis jauh, tetapi secara emosional cukup dekat bagi khalayak media di Indonesia.

Asas Keterkenalan (Prominence). Nama terkenal bisa menjadi berita, tokoh dan figur publik seperti artis, pejabat pemerintah, politisi, olahragawan dan sebagainya. Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) punya akun twitter, rata-rata media memberitakannya. Padahal ada ribuan warga Indonesia yang sudah memiliki akun twitter, tapi karena SBY adalah orang nomor satu di negeri ini, maka kehadirannya di jagad maya manjadi berita menarik.

Dalam memilih topik liputan, bisa saja media menggabung beberapa kriteria kelayakan. Misalnya, kasus dugaan korupsi impor sapi. Pertama, kasus ini melibatkan tokoh partai politik, seorang figur publik (asas keterkenalan). Kedua, kasus ini kemudian melibatkan sejumlah selebriti dan model, luar biasa (unik). Ketiga, peristiwa itu terjadi saat gerakan anti korupsi digalakkan (penting). Dan seterusnya. |disarikan dari wikimu.com

Seputar Fotografi Lubang Jarum

29 April 2013 0 Komentar

MEMPERINGATI Pinhole Day 2013, saya sampaikan ulasan seputar fotografi lubang jarum lewat akun twitter @ihsyah.

pinhole

Ulasan itu saya rangkum dari laman web http://home.online.no/~gjon/pinhole.htm dan saya sampaikan secara berantai. Untuk mendokumentasikan ulasan itu, maka saya menuliskannya kembali di blog ini, berikut paparannya; 

Fotografi lubang jarum juga disebut fotografi tanpa lensa. Lensa digantikan oleh sebuah lubang kecil, saat cahaya melewati lubang, sebuah gambar terbentuk di dalam kamera. Kamera lubang jarum, kecil atau besar, adalah sebuah improvisasi karena dirancang dengan hati-hati.

Kamera lubang jarum ada yang dibuat dari kerang laut, beberapa dibuat dari kotak makanan, kaleng minuman, atau wadah kue. Meski ada juga kamera lubang jarum telah dibuat dari lemari es yang dibuang. Pada dasarnya kamera lubang jarum adalah sebuah kotak degan lubang kecil di satu ujung dan film atau kertas fotografi pada ujung yang lain.

Kamera lubang jarum digunakan untuk bersenang-senang, untuk seni dan ilmu pengetahuan. Merancang dan membuat kamera menjadi hal menyenangkan. membuat gambar dengan kamera itu merupakan kesenangan. Namun dalam fotografi serius kamera lubang jarum hanya sebuah perangkat imaging dengan kelebihan dan keterbatasan.

Karakteristik kamera lubang jarum, gambar yang lembut atau kurang tajam namun memiliki kedalaman hampir tak terbatas bidang, eksposur yang panjang -mulai dari setengah detik sampai beberapa jam, gambar terpapar pada film atau kertas, negatif atau positif, hitam dan putih atau warna.

Menurut sejarahnya, prinsip dasar optik lubang jarum ditemukan dalam teks-teks Cina dari abad kelima sebelum masehi. Penulis Cina telah menemukan percobaan perjalanan cahaya dalam garis lurus. Adalah Mo Ti (kemudian Mo Tsu) yang telah merekam pembentukan sebuah gambar terbalik dengan lubang jarum atau layar.

Lalu di barat ada Aristoteles (abad keempat sebelum masehi) terus mencari jawaban atas pembentukan citra lubang jarum dalam karyanya. Kemudian ilmuan Arab, Ibn al-Haytham atau Alhazen bereksperimen dengan pembentukan citra pada abad kesepuluh.

Alhazen mengatur tiga lilin berturut-turut dan menempatkan layar dengan lubang kecil di antara lilin dan dinding, dari pengamatannya Alhazen menyimpulkan linearitas cahaya. Abad berikutnya, teknik lubang jarum digunakan para ilmuwan optik mempelajari sinar matahari diproyeksikan dari aperture kecil.

Di era renaissance, lubang jarum terutama digunakan dalam astronomi dan dilengkapi lensa, sebagai alat bantu menggambar. Lalu Leonardo da Vinci (1452-1519) menggambarkan pembentukan citra lubang jarum dalam bukunya Codex Atlanticus.

Selanjutnya ada ilmuwan Skotlandia, Sir David Brewster adalah salah satu orang pertama yg membuat foto-foto lubang jarum, pada 1850-an. Pada tahun 1890, foto lubang jarum George Davison, An Old Farmstead memenangkan penghargaan pertama pada Pameran Fotografi Society of London. Pinhole photography kemudian populer di tahun 1890-an.

Kamera lubang jarum komersial dijual di Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Sekitar 4000 kamera lubang jarum "Photomnibuses" dijual di London pada tahun 1892. Kamera ini tampak seperti kamera sekali pakai.

Pada tahun 1930-an teknik fotografi lubang jarum hampir tidak ingat atau hanya digunakan dalam mengajar. Pada 1970-an fotografi lubang jarum meningkatkan popularitas. Banyak fotografer lubang jarum melakukan bereksperimen.

Tahun 1985 Lauren Smith menerbitkan The Visionary Pinhole, dokumentasi luas pertama dari keragaman fotografi lubang jarum. Munculnya internet membuat fotografi lubang jarum merambah dunia online, Harlan Wallach salah satu yang pertama mempublikasikan karya di website.

Tahun 1997, situs web visions pinhole diluncurkan untuk mendukung fotografi lubang jarum, sebagai seni dan kegiatan belajar. Pada 29 April 2001 Worldwide Pinhole Photography Day pertamakali dihelat.

Di Indonesia, penggiat fotografi lubang jarum membentuk komunitas lubang jarum Indonesia. Salah satu tokoh fotografi lubang jarum Indonesia adalah Ray Bachtiar Dradjat. Lebih lanjut tentang Komunitas Lubang Jarum (KLJ) Indonesia dapat dibaca di laman web http://kljindonesia.org/sejarah-klj.

Sekarang, komunitas lubang jarum Indonesia tumbuh di 17 kota lebih dan akan terus berkembang. KLJ Indonesia terus menjaga agar fotografi tak kehilangan elemen penting yaitu proses alkimia dari kerja rekam objek. | foto: yankodesign.com

Membaca Catatan Sedih Seorang BJ Habibie

19 April 2013 0 Komentar

SAAT membuka akun facebook, saya tertarik melihat sebuah foto. Foto itu menampilkan mantan Presiden RI, BJ Habibie berdiri di belakang sebuah prototipe pesawat terbang. Cahaya dalam foto sedikit redup. Ada rasa sedih juga haru dalam foto itu, seperti catatan yang menyertainya.

catatan sedih seorang bj habibie

#CATATAN SEDIH SEORANG B.J HABIBIE#begitu judul tulisan di bawah foto itu. Catatan ini ditulis Capt. Novianto Herupratomo dan 'dipublikasikan' melalui di fanspage COSMO 101.9 FM Bandung. Catatan ini merupakan 'rekaman' kunjungan BJ Habiebie ke Manajemen PT Garuda Indonesia Jakarta pada 12 Januari 2012 lalu.

Capt. Novianto Herupratomo menuliskan kembali pertemuan BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia itu karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan itu. Nah, berikut salinannya (dengan sedikit editing):

***

Pada usianya yang ke-74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya, Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan Habibie dan rombongan disambut oleh President & CEO Garuda, Emirsyah Satar beserta seluruh Direksi, para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta. Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana pesawat N250 di landasan Bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!). Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Dalam video itu, pesawat N250 atau dikenal dengan nama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video itu, tampak hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Soeharto dan ibu, Wapres RI Soedarmono, para Menteri dan pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN.

Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Presiden Soeharto kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang ada di udara, Habibie terlihat mencoba mendekatkan telinganya pada headset yang gunakan Presiden Soeharto, ingin ikut mendengar percakapan dengan pilot N250.

Lalu N250 sang Gatotkaca kembali ke pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan.

Kemudian, di hadapan kami, Habibie menyampaikan cerita:

"Dik, Anda tahu..., saya ini lulus SMA tahun 1954,” ia membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas, penuh semangat, memanggil semua hadirin dengan kata "Dik" kemudian kembali melanjutkan ceritanya...

Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul... Sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur... Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara.

Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara.

Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan 'how to build commercial aircraft' bagi Indonesia.

Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan 'teknologi' berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik..., Anda semua lihat sendiri... N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami 'Dutch Roll' (istilah penerbangan untuk pesawat yang 'oleng') berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat Turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi 'Fly by Wire' bahkan sampai hari ini.

Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu. Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri, 'apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?'

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu...., di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia... Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa...

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua...?

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta dollar dan N250 akan menjadi pesawat terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dan lain-lain dan Kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu orang harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!

Pak Habibie menghela nafas...

***

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat Jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang).

Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin.

Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG).

Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop.

N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama...

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu..., bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir...., kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

***

Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya...

Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia.

Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD...

Q itu Quality, Dik.., Anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik..., tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis. D itu Delivery..., biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu! Itu saja!

Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD...

Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1, lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik... Organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana Anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati, Dik...

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu...

Dik..., saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun..., ibu Ainun istri saya. Ia ikuti ke mana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar.

Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya..., saya mau kasih informasi...., saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu...

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam...., seisi ruangan hening dan turut larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang... Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan...

Dik, kalian tahu..., 2 minggu setelah ditinggalkan ibu..., suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu... Ainun... Ainun... Ainun... Saya mencari ibu di semua sudut rumah. Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat 'Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini...' Mereka bilang 'Kita (para dokter) harus tolong Habibie.'

Lalu para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu, saya diberinya 3 pilihan;
Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa! Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus...

Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup... Saya pilih opsi yang ketiga...

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat ke sana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu).

Ia melanjutkan pembicaraannya;

Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia...

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat... Saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari moment yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini, didampingi anak saya, Ilham dan keponakan saya, Adri, maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia.

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata...

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui...

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang... (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).

Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku, sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu beli di mana. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan di mana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu..., semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif...

***

Seperti penulisnya, saya pun sengaja membagikan #CATATAN SEDIH SEORANG B.J HABIBIE# ini, sebagai sebuah renungan bagi kita. Juga sebagai tausiyah kepada siapa saja yang menyukai kisah inspiratif. Semoga membawa manfaat. Selamat hari Jumat! | catatan asli lihat di sini: goo.gl/7Xzw3 

Memahami Netiquette, Etika di Dunia Maya

8 April 2013 0 Komentar

INTERNET atau disebut juga dunia maya memang merupakan tempat 'terbuka'. Setiap orang bisa melakukan apa saja dan menemukan apa saja. Namun, bukan berarti setiap orang bisa berbuat seenaknya. Internet dan dunia maya tetap punya etika yang harus diperhatikan.

netiquette

Etika di dunia maya disebut juga Netiquette atau dalam bahasa Indonesia disebut Netiket, merupakan sebuah konsep dari etiket di internet dan etika online, definisinya menurut kamus adalah:

Netiquette /net-i-ket/, Noun: 1. The social code of network communication. 2. The social and moral code of the internet based on the human condition and Golden Rule of Netiquette. 3. A philosophy of effective internet communication that utilizes common conventions and norms as a guide for rules and standards.

Untuk menghindari berbuat seenaknya di Internet dan dunia maya, Netiquette atau Netiket ini patut dipahami, berikut 10 aturan utama etika di dunia maya yang diringkas dari buku 'Netiquette' karangan Virginia Shea yang dikutip dari acerid.com:
  • Lakukan kepada orang lain apa yang kamu inginkan orang lain melakukannya padamu. Patut diingat kalau di balik setiap layar monitor, ada manusia yang punya perasaan.
  • Gunakan standar yang sama dalam berperilaku online seperti dengan yang kamu lakukan di dunia nyata. Di dunia maya, mungkin ada orang yang merasa terlindung di balik layar dan nama anonim sehingga berbuat seenaknya. Hindari berbuat seperti ini.
  • Lihat dan perhatikan ‘tempat’ kamu berada. Misalnya, bergosip di forum milik kamu dan teman-temanmu tentu tidak masalah, lain halnya jika bergosip di forum yang lebih besar yang bisa saja menyinggung orang lain.
  • Hargai waktu dan juga bandwith orang lain. Misalnya, jika memposting sesuatu, tanyakan kepada diri sendiri, apakah orang lain butuh info itu? Jika jawabannya tidak, maka tidak usah mempostingnya karena ini akan membuang waktu orang lain.
  • Buatlah dirimu menjadi sebaik mungkin. Di Internet, orang melihat kita dari apa yang kita tulis. Jadi, jika tidak ingin tampil buruk, berhati-hatilah saat menuliskan sesuatu di internet.
  • Berbagi pengetahuan. Ini penting, dengan berbagi pengetahuan kita telah membantu orang lain.
  • Jaga agar ‘perdebatan’ di bawah kendali. Berdebat tentu boleh, tapi jangan sampai terjadi keributan yang besar hanya karena ada orang yang punya pendapat tidak sesuai dengan pendapat kita.
  • Hargai privasi orang lain. Di kehidupan nyata, kamu tentu tidak akan membuka lemari orang sembarangankan? Jadi, hargai privasi orang seperti tidak membajak akun mereka atau membaca email mereka.
  • Jangan menyalahgunakan ‘kekuasaan’. Di Internet, beberapa orang punya kekuasaan lebih dibanding yang lainnya, namun jangan gunakan kekuasaan ini untuk hal yang tidak benar. Misalnya, seorang sys-admin tidak boleh membaca email private milik seseorang meski ia mampu membuka aksesnya.
  • Maafkan kesalahan orang lain. Kamu mungkin sudah mengerti netiquette, tapi bagaimana dengan orang yang baru saja mengenal internet? Tentu mereka bisa membuat kesalahan. Daripada memarahi orang yang tidak mengerti, ajarkan secara baik-baik hingga mengerti.

Jadi, meski internet atau dunia maya merupakan tempat 'terbuka', namun etika di dunia maya atau Netiquette atau Netiket harus tetap dijaga. Terimakasih sudah mampir di blog ini. | *

Maros Juga ada di Rumania dan Hungaria

26 Maret 2013 0 Komentar

HARI ini, saya tertarik menelusuri kembali nama Maros di internet lewat mesin pencari Google. Penelusuran itu membawa saya pada sejumlah website menarik, salah satunya toko sepeda online bernama Maros yang berbasis di Rumania, marosbike.ro.

Marosvásárhely

Tak puas dengan hasil ini, saya lakukan penelusuran lagi, hingga menemukan nama Sungai Maros (MureÅŸ) di Hungaria. Sungai MureÅŸ merupakan salah satu sungai panjang di Eropa Timur, sekitar 761 kilometer atau 473 mil.

Menurut Wikipedia, Sungai Mureş mengaliri sejumlah daerah di Rumania (Harghita, Mureş, Alba, Hunedoara dan Arad), juga melewati wilayah Csongrád di Hungaria. Sungai Mureş juga melewati kota-kota terbesar di Mureş/Maros yang Târgu Mureş, Alba Iulia, Deva dan Arad di Rumania dan Szeged di Hungaria.

Sungai Mureş dikenal sebagai sungai di zaman kuno. Pada sisi utara sungai ini dilindungi sebagai bagian dari Taman Nasional Koros-Maros, salah satu dari 10 taman nasional di Hungaria yang terletak di Kabupaten Békés, Southern Great Plain. Taman Nasional Koros-Maros diciptakan pada tahun 1997 untuk perlindungan burung.

Nama Mureş juga menjadi nama daerah atau kabupaten di Rumania, daerah ini menjadi bagian dari sejarah Transylvania dengan pusat pemerintahan di Târgu Mureş atau disebut juga Marosvásárhely yang merupakan ibukota dari Maros-Torda. Daerah ini eksis selama masa administrasi Austro-Hungaria sekitar tahun 1876-1918 (di Hungaria, Târgu Mureş dikenal sebagai Maros Megye atau dalam bahasa Jerman disebut Kreis Mieresch).

Masih dari Wikipedia, Maros-Torda merupakan wilayah administrasi Hungaria, wilayahnya sekarang berada di Rumania tengah atau Transylvania timur. Kabupaten ini dibentuk tahun 1876. Namun sekitar tahun 1920 setelah Perjanjian Trianon, daerah Maros-Torda menjadi bagian dari Rumania.

maros-torda

Hal lain yang saya temukan, Maros juga bukan hanya nama daerah atau wilayah, kata Maros juga digunakan sebagai nama orang. Diantaranya, fotografer Kostas Maros yang tinggal di kota Basel, Swiss. Penulis dan sastrawan Andras Maros yang tinggal di kota Budapest, Hongaria. Serta komposer musik Miklós Maros yang tinggal di kota Stockholm, Swedia.

Hasil penelusuran ini menyimpulkan kalau nama Maros bukan hanya terkenal sebagai nama kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan, Indonesia. Tapi juga dikenal di Rumania dan Hungaria serta menjadi nama orang-orang terkenal dunia. Salam hangat dari Maros.

#Wawasan: Rahasia Tulisan dari Tere Liye

16 Maret 2013 0 Komentar

KELAS menulis Macz Indie Books (MIB) Maros dan Komunitas Blogger Maros memasuki pertemuan ketiga. Dalam pertemuan sebelumnya, saya menyampaikan ulasan seputar kepenulisan dan memberikan bahan bacaan menulis untuk kreativitas dan berkomunikasi.

rahasia tulisan

Pekan ini, saya mengajak siswa kelas menulis untuk membaca catatan penulis novel best-seller Darwis Tere Liye. Penulis novel “Hafalan Shalat Delisa” yang telah diangkat ke layar lebar ini menulis catatan berjudul "Rahasia Tulisan" dalam fanspage facebooknya. Catatan ini cocok untuk menambah wawasan kepenulisan atau menjadi motivasi bagi penulis muda (pemula), simak saja:

Tidak ada tulisan yang buruk, kecuali memang buruk isinya, penuh keburukan. Tidak ada tulisan yang baik, kecuali memang baik isinya, penuh kebaikan. Tidak ada tulisan yang buruk atau baik hanya karena gaya bahasa, titik koma, salah ketik dan sebagainya. Bahkan saat manusia pertama kali mengenal tulisan, hanya lewat simbol-simbol terbatas, bukan 26 abjad huruf latin seperti sekarang, tetap saja dia baik atau buruk tergantung isinya.

Tidak ada tulisan yang menyudutkan, kecuali bagi pembaca yang bahkan sebelum membaca memang sudah tersudut. Tidak ada tulisan menyalahkan, kecuali bagi pembaca yang sejak awal sudah merasa bersalah. Tidak ada tulisan yang bisa berakibat sejenis ini kecuali pembacanya yang membiarkannya terjadi.

Tidak ada tulisan yang menginspirasi, kecuali bagi pembaca yang sejak memulai kalimat pertamanya memang sudah menyemai bibit pengharapan. Tidak ada tulisan yang menggugah, mengharukan, kecuali bagi pembaca yang sejak awal membacanya sudah membuka hatinya, bersiap menerima kebaikan. Tidak ada tulisan yang bisa berakibat sejenis ini kecuali pembacanya yang membiarkannya terjadi.

Coba lihat, sebuah novel yang didesain begitu memotivasi, begitu membangkitkan semangat, sia-sia saja saat dibaca orang yang tidak peduli atau memang tidak suka novel. Pun sebuah novel yang ditulis penuh rasa haru, jangankan setetes air mata, yang membaca hanya menyeringai bingung, ini novel apa sih --saat dia memang tidak siap atau tidak cocok atas tulisan jenis tersebut.

Lantas apa yang membuat sebuah tulisan terlihat berbeda?
Saya beritahu. Bahwa dalam dunia tulis menulis, rahasia terbesarnya adalah: relevansi, relevan atau tidak relevan. Apa itu relevansi? Nyambung atau nggak. Dengan bahasa yang lebih simpel, artinya adalah: gue banget atau nggak. Sebuah tulisan yang gue banget, selalu berhasil menyentuh sisi-sisi yang hendak dicapai penulisnya. Sebaliknya, tulisan yang tidak relevan bagi pembaca kesulitan membuat pembaca suka. Hanya itu. Tidak ada rahasia besar lainnya.

Nah, maka mulailah menulis dengan paham soal relevansi ini. Pertama-tama, gue banget atau nggak bagi diri sendiri --tidak akan bahagia seorang penulis yang menulis tulisan yang tidak disukainya, tidak 'gue banget'. Pastikan ini terlebih dahulu. Kita menulis sesuatu yang gue baget. Berikutnya, baru pastikan gue banget atau nggak bagi orang lain. Gue banget atau nggak bagi penerbit, pembaca, dan sebagainya. Terutama kalau kita berharap tulisan itu dibaca banyak orang. Lain soal kalau untuk konsumsi diri sendiri.

Itulah rahasia sebuah tulisan. Simpel.
Jangan lupa, sertai dengan niat baik, ketulusan, maka tulisan itu akan menjadi amat bertenaga, dan jauh sekali gaungnya. Sungguh jauh sekali gaungnya. Kita tidak pernah tahu, seorang anak remaja, tinggal di pelosok pedalaman, tiba-tiba menjadi begitu bersemangat atas masa depannya selesai membaca sebuah tulisan. Seorang anak remaja, tinggal di gemerlap kota, tiba-tiba menjadi paham dan berjanji mendengarkan nasehat orang tuanya setelah membaca sebuah tulisan.

Juga pengaruh ke orang-orang dewasa, juga terhadap orang-orang tua. Gaung tulisan itu bisa jauh sekali. Percayalah. | *

Menikmati Roti Maros di Sore Hari

10 Maret 2013 0 Komentar

MINGGU sore ini saya di rumah saja. Menggunakan waktu libur berkumpul bersama keluarga. Saya pun memilih menikmati roti maros dan secangkir kopi. Penganan khas Maros yang banyak dijual di kedai-kedai di sepanjang jalan poros Makassar-Maros ini merupakan roti empuk berbentuk potongan kecil-kecil berisi selai kaya.
roti maros

Selai kaya dalam roti yang juga populer dengan sebutan 'roma' ini dibuat dari campuran kuning telur, santan, dan gula. Selai kaya rasanya manis, gurih dan enak, inilah yang membuat roti maros bercitarasa khas. Sambil menikmati kopi dan roma ini, benak saya menyuguhkan tanya, mengapa roma menjadi begitu populer?

Lewat gadget di tangan, saya pun melakukan penelusuran kata "roti maros" di internet. Hasil penelusuran itu akhirnya membawa saya pada informasi ini, konon, ketika pertama kali hadir di Maros, roti ini justru dibuat besar, kemudian dipotong-potong menjadi kotak-kotak kecil yang bisa langsung dimakan dua hingga tiga kali gigitan.

Roma juga belum setenar sekarang, karena hanya dijual di sekitar Maros. Roma mulai populer saat para sopir angkutan antar kota yang melewati jalan poros Makassar-Maros rata-rata mampir bersama penumpangnya di kedai-kedai roti maros sebelum melanjutkan perjalanan.

Saat mobil angkutan mampir, para penumpang turun membeli Roti Maros sebagai bekal selama perjalanan atau oleh-oleh untuk keluarga atau kerabatnya di rumah. Menjadikan Roma sebagai bekal selama perjalanan atau sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat di kampung halaman lama-kelamaan membuat Roma kian dikenal.

Saat penumpang mobil angkutan antar kota itu tiba di rumah membawa roti, keluarga atau kerabatnya akan bertanya; roti apa ini? Mereka tentu menjawabnya; roti maros. | *

Menulis Untuk Kreativitas dan Berkomunikasi

2 Maret 2013 0 Komentar

BULAN lalu, saya menjadi salah satu narasumber seminar kepenulisan yang digelar Forum Lingkar Pena (FLP) Maros. Dalam seminar kepenulisan yang dilaksanakan di aula Al Markaz Al Islami Maros itu, saya memotivasi kaum muda untuk menulis. Kelanjutan dari seminar itu, saya pun mengagas kelas menulis bersama Macz Indie Books (MIB) Maros.

menulis

Sebagai persiapan dimulainya kelas menulis MIB Maros, berikut ini saya sajikan artikel seputar kepenulisan untuk bahan bacaan bersama, yakni menulis untuk kreativitas dan berkomunikasi, di bawah ini:

Menulis untuk Kreativitas
Menulis, bagi beberapa orang, adalah sesuatu yang sangat mengasyikkan dan menyenangkan. Bagi beberapa orang yang lain, hal tersebut bisa sangat bertolak belaknag. Menulis itu menyulitkan dan menyebalkan. Hanya diri anda sendiri yang bisa menilai dimanakan posisi anda sebenarnya, golongan pertama, atau golongan kedua.

Jika anda menyukai menulis dan menganggapnya menyenangkan, itu merupakan hal yang bagus. Lantas, bagaimana jika anda termasuk ke dalam golongan yang  kedua? Hmm, cukup sulit memang untuk bisa menghasilkan tulisan atau artikel yang menarik. Lalu, bagaimana tips menulis agar terasa menyenangkan dan mengasyikkan?

Masalah menulis ini hanyalah masalah cara pandang. Diawal proses menulis disaat anda bersiap-siap akan menulis, sadarilah akan proses menulis yang akan memberikan perasaan yang menyenangkan. Tanamkanlah hal itu di dalam benak anda. Jika anda termasuk orang yang kreatif dan senang mengkhayal, maka anda harus mensugestikan pikiran anda bahwa munlis itu merupakan salah satu cara untuk mengkhayal

Khayalan dan ide-ide kreatif muncul seperti api yang melahap sumbu kembang api; kemudian, luapan kegembiraan pun mengikutinya seperti percikan cahaya yang menghiasi kegelapan malam. Demikian halnya dalam ranah tulis-menulis, kesenangan mengikuti proses menciptakan ide-ide kreatif.

Berpikir kreatif berarti berani menciptakan sesuatu yang belum pernah dibuat sebelumnya dengan mengerahkan kekuatan daya imajinasi kita. Proses menciptakan sesuatu berarti melontarkan pertanyaan-pertanyaan, menyelami keraguan dan akhirnya menemukan pemecahan yang kreatif. Aktivitas menulis mendorong kita untuk berpikir kreatif dalam menjawab pertanyaan dan menemukan pertanyaan baru untuk ditanyakan.

Dengan membiasakan diri berkecimpung dalam dunia ini, penulis pun akan terbiasa menikmati saat-saat bermain dengan huruf yang menciptakan kata, kata yang menciptakan kalimat, kalimat yang menciptakan paragraf, dan paragraf yang menciptakan makna.

Teruslah berkarya karena menulis memberikan kepuasan dan kesenangan di mana saja dan kapan saja. Seorang penulis terkemuka asal negeri Paman Sam berkata “Sebuah karya akan memicu inspirasi. Teruslah berkarya. Jika Anda berhasil, teruslah berkarya. Jika Anda gagal, teruslah berkarya. Jika Anda tertarik (untuk menulis), teruslah berkarya. Jika Anda bosan, teruslah berkarya.

Menulis untuk Berkomunikasi
Bagi beberapa orang, menulis itu bisa sangat menyenangkan. Tetapi bagi beberapa orang yang lain, menulis itu bisa sangat-sangat menyebalkan. Termasuk golongan manakah anda? Kalau termasuk golongan pertama, maka anda tidak akan merasa kesulitan untuk bisa menghasilkan tulisan yang menarik. Lantas, bagaimana jika anda termasuk ke dalam golongan yang  kedua?

Maka anda akan merasa kesulitan dalam menghasilkan tulisan yang menarik. bahkan untuk memulai mengetikkan jemari diatas keyboard pun mungkin anda akan merasa kesulitan. Lantas bagaimana tips menulis agar bisa terasa menyenangkan bagi setiap orang?

Sebenarnya masalah ini hanyalah masalah sudut pandang semata. Atau lebih tepatnya cara pandang. Diawal proses menulis disaat anda bersiap-siap akan menulis, sadarilah akan proses menulis yang akan memberikan perasaan yang menyenangkan. Tanamkanlah hal itu di dalah benak anda. Jika anda termasuk orang yang senang menjalin komunikasi dengan orang lain, maka anggaplah proses menulis ini sebagai proses berbicara dengan orang lain.

Proses menulis bisa memberikan kepuasan dan rasa senang bagi penulis karena tulisan merupakan suatu bentuk alat komunikasi yang penting. Seorang Penulis dapat mengekspresikan aspek-aspek pemikirannya terhadap lingkungan sosial melalui kata-katanya. Seorang penyair pernah mengatakan bahwa seorang penulis bukan hanya seorang yang mengatakan sesuatu, tetapi dia juga orang yang tahu cara untuk mengatakannya.

Proses menulis tidak hanya berhubungan dengan diri penulis sendiri, tetapi sebuah tulisan juga menjalin pertalian dengan banyak orang di sekitarnya. Bayangkan, lewat satu artikel saja, penulis bisa menjangkau ribuan orang. Bahkan sebuah kalimat saja mungkin bisa menginspirasi kehidupan seseorang.

Penulis adalah saksi zaman yang mencatat kenyataan di sekelilingnya. Dia perlu menjadi pengamat yang peka saat melakukan seleksi, analisis, dan penilaian dalam tulisan-tulisannya. Seperti para seniman lainnya, para penulis juga mengangkat pertanyaan-pertanyaan untuk membuat publik merenung. Tidak jarang juga penulis menyumbangkan ide-ide yang bermanfaat bagi lingkungannya. Sungguh sangat menyenangkan, bahwa dengan menulis kita bisa berkomunikasi dengan seluruh entitas yang ada.

Semoga artikel menulis untuk kreativitas dan berkomunikasi yang saya salin dari laman website paidreviewindonesia.com ini dapat membuka wawasan awal para 'siswa' kelas menulis MIB Maros sebelum memasuki materi pelajaran menulis yang akan kami sajikan dalam kelas. | *

PTB: Tempat Nongkrong yang Asyik

23 Februari 2013 0 Komentar

DUA pekan lalu, lewat akun twitter @ihsyah, saya mengulas kawasan kuliner malam yang terletak di pusat kota Maros. Kawasan jajan yang populer disebut Pantai Tak Berombak (PTB) ini berkembang menjadi ruang publik yang ramai, menjadi tempat nongkrong yang asyik.

PTB Maros

Pengunjung PTB bukan hanya warga Maros, tapi juga warga dari kabupaten lain. Disebut PTB karena kawasan ini mengelilingi sebuah kolam yang terletak dekat Terminal Baru Maros dan kantor Bupati Maros. Suasana PTB sepintas mirip 'restoran terpanjang' di kawasan Pantai Losari Makassar dahulu, namun PTB lebih tepat disebut 'restoran persegi' karena penjaja makanan berjejer di sekitar kolam berbentuk segi empat ini.

Bagi pengunjung, makan dan minum di PTB ditemani pancaran lampu jalan yang memantul di atas kolam menciptakan suasana romantis. Mirip suasana pantai dengan air yang tak berombak. Tak heran jika banyak orang memilih menghabiskan waktu di PTB pada malam hari, terutama kamu muda-mudi.

Beragam kios makanan ada di sini, nasi goreng, mi kering, ayam lalapan, tahu isi, hingga pisang epe'. Juga beragam jenis minuman dijajakan di sini, panas dan dingin; juice, kopi, susu, teh hingga sarabba.

Pada tahun 2011, Pemkab Maros merelokasi pedagang kali lima ke kawasan ini dan menjadikannya kawasan kuliner malam. Ratusan pedagang kali lima yang awalnya berjualan di di pinggir jalan sekitar kota sekitar Maros dipindahkan dan dikumpulkan dalam kawasan ini. Pemkab Maros juga merevitalisasi kawasan ini dengan menyiapkan sarana umum, termasuk free wifi.

Saat ini, daerah sekitar PTB juga ikut berkembang, jejeran ruko di bagian timur kolam membuatnya makin ramai. Di sekitar area ini juga terdapat satu ruko yang menjadi tempat berkumpulnya sejumlah komunitas, yakni Golden Cafe. Juga sedang dibangun pusat jajan modern berlantai 3 untuk memperkuat keberadaan kawasan kuliner ini. Di bagian barat kolam, terdapat sarana bermain untuk anak-anak.

Seiring perkembangan, PTB sering dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan sejumlah komunitas masyarakat atau sosial, terutama kaum muda. Apalagi sejumlah kios melengkapi diri dengan tenda-tenda cafe dengan dentuman musik yang meriah.

Sejak sore hingga malam, terutama di akhir pekan, kawasan kuliner di sekeliling kolam kota ini menjadi pilihan bersantai, yah PTB: tempat nongkrong yang asyik. | *

 
IHSYAH blogwork | lihat juga BLOGSPOTISME