Mengapa Dilarang Memotret di SPBU?

10 Maret 2017 0 Komentar

Di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selalu ada tanda sejumlah larangan, diantaranya dilarang merokok, dilarang memotret, dan dilarang menggunakan telepon genggam (hape). Semua itu dilakukan demi keselamatan di area SPBU.


Untuk larangan merokok tentu saja mudah dipahami, karena asap dan puntung rokok terutama bara api pada rokok dapat memicu timbulnya percikan api dan mengakibatkan kebakaran.

Namun untuk larangan memotret, masih banyak yang belum memahami arti larangan tersebut. Saya pun pernah mendapati pertanyaan tentang hal ini, dalam sebuah diskusi fotografi. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya pun melakukan penulusuran informasi di internet.

Pada salah satu website dipaparkan, larangan memotret di SPBU karena di SPBU ada ada area dispenser yang merupakan zone 0 (area yang selalu ada uap bahan bakar yang mudah terbakar) atau zone 1 (area yang kemungkinan besar ada uap bahan bakar) terutama jika saat berlangsung aktifitas pengisian bahan bakar ke mobil atau lainnya.

Area tersebut mengandung banyak uap bahan bakar yang mudah terbakar. Saat proses pengisian bahan bakar, di sekitar tangki akan terkumpul uap bensin (benzena). Kepekatan uap inilah yang sangat sensitif pada percikan api sekecil apapun.

Sebenarnya pada udara terbuka, kepekatan benzena tidak akan bertahan lama, sebab angin akan menguraikan uap benzena tersebut sehingga kecil kemungkinan terjadinya ledakan. Tetapi kita harus tetap hati-hati.

Menggunakan kamera foto di SPBU bisa membuat area tersebut meledak. Ketika seorang pengendara mengisi bahan bakar, maka saat itu akan muncul benzena di sekitar tangki pengisian. Benzena tersebut akan bercampur dengan udara, ketika campuran itu terpicu oleh suatu sumber energi semisal kamera, maka akan berpotensi terbakar.

Bagian kamera yang dapat menimbulkan percikan api adalah baterei, beberapa sumber juga menyebut lampu flash/kilat (blitz). Meski sebenarnya produsen kamera sudah memperhatikan faktor keamanan, tetapi jika tidak hati-hati bisa menyebabkan terjadinya percikan api.

Memotret di area tersebut diperbolehkan jika spesifikasi kamera menyebutkan, EX (explosion proof) atau IS (Intrinsically Safe). Jadi kamera harus yang berspesifikasi boleh dipakai di tempat yang memiliki potensi bahaya kebakaran atau ledakan. Inipun harus disertifikasi (certified) dan menggunakan PTW (Permit to Work).

Namun jika harus memotret SPBU atas suatu keperluan, misalnya profil perusahaan, biasanya hal tersebut disiasati dengan jarak pengambilan gambar, arah pengambilan gambar dan tidak menggunakan lampu flash. Jarak untuk meyakinkan di zona aman saat memfoto. Menghindari arah angin yang mungkin membawa uap bahan bakar. Serta tidak memakai lampu flash karena cahaya blitz juga bisa berpotensi sebagai ignition source. (*)

Jalan Panjang Pers Nasional: Jangan Gagap Teknologi

9 Februari 2017 0 Komentar

Oleh: Ilham Halimsyah. Pemerhati pers, tinggal di Maros-Sulawesi Selatan.


Bukit Tamangura Maros
Ilham Halimsyah di Bukit Tamangura Maros.

Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 menyebutkan bahwa 9 Februari diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Keputusan yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985 itu juga menyebutkan bahwa Pers Nasional Indonesia mempunyai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila.

Sebelum Kepres itu lahir, sebenarnya HPN telah digodok sebagai salah satu butir keputusan Kongres ke-28 Persatuan Wartawan (PWI) di Padang, Sumatera Barat, pada 1978. Kesepakatan tersebut, tak terlepas dari kehendak insan pers untuk menetapkan satu hari bersejarah untuk memperingati peran dan keberadaan pers secara nasional.

Kemudian, dalam sidang ke-21 Dewan Pers di Bandung pada 19 Februari 1981, kehendak tersebut disetujui oleh Dewan Pers untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah sekaligus menetapkan penyelenggaraannya.

Lahirnya HPN tidak bisa dilepaskan dari fakta sejarah tentang peran penting wartawan sebagai aktivis pers dan aktivis politik. Sebagai aktivis pers, wartawan bertugas dalam pemberitaan dan penerangan guna membangkitkan kesadaran nasional serta sebagai aktivis politik yang menyulut perlawanan rakyat terhadap kemerdekaan.

Peran ganda tersebut tetap dilakukan wartawan hingga setelah proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1945. Bahkan, pers kemudian mempunyai peran strategis dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Pada 1946, aspirasi perjuangan wartawan dan pers Indonesia kemudian menemukan wadah dan wahana yang berlingkup nasional pada 9 Februari 1946 dengan terbentuknya organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kelahiran PWI di tengah situasi perjuangan mempertahankan Republik Indonesia dari ancaman kembalinya penjajahan, melambangkan kebersamaan dan kesatuan wartawan Indonesia dalam tekad dan semangat patriotiknya untuk membela kedaulatan, kehormatan, serta integritas bangsa dan negara.

Kehadiran PWI diharapkan mampu menjadi tombak perjuangan nasional menentang kembalinya konolialisme dan dalam menggagalkan negara-negara boneka yang hendak meruntuhkan Republik Indonesia.

Selanjutnya, tokoh-tokoh surat kabar dan tokoh-tokoh pers nasional berkumpul mengikrarkan berdirinya Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) pada 6 Juni 1946 di Yogyakarta. SPS didirikan atas kesadaran bahwa sejarah lahirnya surat kabar dan pers itu berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dari sejarah lahirnya idealisme perjuangan bangsa mencapai kemerdekaan.

SPS menyerukan agar barisan pers nasional perlu segera ditata dan dikelola baik dalam segi ide serta komersialnya. Hal itu mengingat bahwa pada kala itu pers penjajah dan pers asing masih hidup dan tetap berusaha mempertahankan pengaruhnya.

Meski sebetulnya SPS telah lahir empat bulan sebelum, yakni bersamaan dengan lahirnya PWI di Surakarta pada 9 Februari 1946. Karena kesamaan itulah, banyak orang yang kemudian menjuluki SPS dan PWI sebagai "kembar siam". Pada 9-10 Februari itu, wartawan dari seluruh Indonesia berkumpul dan bertemu. Mereka datang dari beragam kalangan wartawan, seperti pemimpin surat kabar, majalah, wartawan pejuang dan pejuang wartawan.

Setelah 26 tahun, pengalaman pers nasional dan kesulitan di bidang percetakan melahirkan Serikat Grafika Pers (SGP) pada pertengahan tahun 1960-an. Kesulitan semakin mencekik ketika kemerosotan peralatan cetak dalam negeri digempur kecanggihan teknologi mutakhir luar negeri.

Kelimpungan dengan hal itu, tergeraklah keinginan untuk meminta pemerintah ikut mengatasinya dan memperbaiki keadaan pers nasional dan berkontribusi dalam pengadaan peralatan cetak dan bahan baku pers. Hingga akhirnya, pada Januari 1968 dilayangkan nota permohonan kepada Presiden Soeharto.

Menanggapi hal itu, pemerintah mengesahkan Undang Undang penanaman modal dalam negeri yang menyediakan fasilitas keringanan pajak dan bea masuk serta dimasukkannya grafika pers dalam skala prioritas telah memacu berdirinya usaha-usaha percetakan baru. Maka berlangsunglah Seminar ke-1 Grafika Pers Nasional pada Maret 1974 di Jakarta. Kemudian, keinginan untuk membentuk wadah grafika pers SGP terwujud pada 13 April 1974.

Selain wartawan cetak, para tokoh radio siaran pun memikirkan wadah untuk mengembangkan profesionalisme penyelenggaraan radio siaran swasta dengan membentuk organisasi bersifat nasional. Maka diselenggarakan Kongres pertama Radio Siaran Swasta se Indonesia yang dihadiri 227 orang peserta, mewakili 173 stasiun radio siaran swasta dari 34 kota di 12 provinsi saat itu.

Kongres yang digelar di Balai Sidang Senayan Jakarta pada 16-17 Desember 1974 itu melahirkan organisasi Persatuan Radio Siaran Swasta Niaga Indonesia yang disingkat PRSSNI. Selanjutnya, pada Munas ke IV PRSSNI di Bandung tahun 1983, kata "Niaga" diganti "Nasional" sehingga menjadi Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional  Indonesia dan tetap disingkat PRSSNI.

Organisasi pers nasional pun terus berkembang, hingga lahirnya Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) yang dalam Undang Undang Nomor 21 Tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Pers ditetapkan sebagai anggota organisasi pers nasional.

Bergulirnya reformasi, melahirkan kebebasan dan keterbukaan informasi di Indonesia. Jika pada era Orde Baru, hanya PWI yang diakui sebagai satu-satunya organisasi profesi kewartawanan, maka sejak era reformasi telah muncul puluhan organisasi wartawan, seperti halnya dengan pembentukan partai-partai politik.

Diantaranya lahir Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada 7 Agustus 1994 di Bogor yang dilatarbelakangi oleh penandatanganan Deklarasi Sirnagalih yang intinya menuntut dipenuhinya hak publik atas informasi, menentang pengekangan pers, menolak wadah tunggal untuk jurnalis, serta mengumumkan berdirinya AJI.

Sejak berdiri hingga saat ini, AJI memiliki kepedulian pada tiga isu utama, yakni pertama, perjuangan untuk mempertahankan kebebasan pers. Kedua, meningkatkan profesionalisme jurnalis. Ketiga, meningkatkan kesejahteraan jurnalis.

Untuk menumbuhkan profesionalitas pengelolaan organisasi wartawan, Dewan Pers menganggap perlu menetapkan standar organisasi wartawan yang berlaku secara nasional. Dari puluhan organisasi wartawan yang ada, Dewan Pers menilai ternyata hanya 4-5 organisasi wartawan yang memenuhi syarat, diantaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

Era reformasi juga melahirkan organisasi yang menghimpun para jurnalis televisi, seiring dengan perkembangan media televisi di tanah air. Ratusan jurnalis televisi berkumpul di Jakarta untuk melakukan kongres pertama dan sepakat mendirikan IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) pada 8-9 Agustus 1998.

Kemudian di era moderen, pers berkembang dengan cepat dan melahirkan "Jurnalistik Online." Jurnalistik generasi baru ini lahir seiring dengan kemunculan media online (internet) sebagai salah satu media baru. Jurnalisme online merupakan jurnalisme generasi ketiga setelah jurnalisme cetak (media cetak seperti suratkabar dan majalah) dan jurnalisme elektronik (radio dan televisi).

Perkembangan ini menjadikan setiap wartawan masa kini "wajib" menguasi wawasan dan keterampilan online, apalagi media konvensional, --suratkabar, majalah, tabloid, radio, dan televisi-- memiliki versi online agar tiba ke pembaca dengan lebih cepat.

Maka dunia pers Indonesia jangan gagap teknologi. Pers nasional harus menerima perkembangan teknologi dengan baik dan wartawan harus paham internet. Sebab laju informasi tidak dapat dihambat dan akan terus mengalir ke ruang publik, di mana pun, kapan pun. Selamat Hari Pers Nasional. (*)

Memandang Pesona Karts dari Kafe Puncak Rammang Rammang Maros

8 Oktober 2016 0 Komentar

Kawasan wisata alam Rammang Rammang Maros sebagai destinasi baru pariwisata di Sulsel terus dikembangkan. Kawasan yang terletak di antara gugusan karts Maros-Pangkep tersebut kini dilengkapi dengan beragam sarana untuk memanjakan pengunjung, diantaranya kafe atau kedai makanan dan minuman.

Kafe Puncak Rammang Rammang Maros
Kafe Puncak Rammang Rammang Maros. (Maccanews.com)

Kehadiran kedai ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang akan merasakan nikmatnya sensasi bersantai pada bangunan kedai yang berdiri tegak di atas puncak gunung karst di Kampung Berua Rammang Rammang Maros.

Sejak dibuka beberapa pekan lalu, kafe ini mulai dipadati pengunjung yang ingin merasakan sensasi bersantai di atas pegunungan karts sambil menikmati minuman dan penganan yang disajikan. Kafe ini terletak sekira 200 meter dari permukaan laut dengan akses anak tangga menuju puncak gunung tempat kedai ini berdiri.

Pengunjung pun dapat mengabadikan moment dengan latar bentangan keindahan alam ini. Jika mengunjunginya di sore hari, pengunjung bisa sambil menunggu sunset. Meski bangunan kedai ini masih baru, namun ratusan pengunjung memadatinya setiap hari.

Bahkan di hari libur seperti Sabtu dan Minggu, pengunjung mesti antri untuk mendapatkan tepat duduk di kafe untuk memandang gugusan gunung karst dari ketinggian tentu memanjakan mata. Harga minuman dan makanan yang disajikan di kafe ini terbilang murah, hanya Rp.7000 hingga Rp.15.000 saja.

Informasi dari Maccanews.com, pemilik Kafe Puncak Rammang Rammang Maros, Hamzah menuturkan, kafe ini dibangun atas inisiatif sendiri dengan memanfaatkan lahan berbatu di atas lahan milik keluarganya yang terpisah dari bentangan gugusan gunung karst Maros-Pangkep. Tepatnya di Desa Salenrang Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros.

Nuansa alam pedesaan masih sangat kental dijumpai di sini, udara segar dan suasana alami menjadikannya begitu menarik. Apalagi akses menuju ke Kampung Berua Dusun Rammang Rammang ditempuh dengan perahu menyusuri Sungai Pute.

Jika ingin mengunjungi Kafe Puncak Rammang Rammang Maros, pengunjung hanya berjalan kaki sekira lima puluh meter dari dermaga dan berjalan di pematang sawah dan tambak. (*)

Legenda Situs Kerbau dan Keindahan Bukit Tamangura Maros

14 September 2016 0 Komentar

Bukit Tamangura di Dusun Samariga Desa Baruga Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros Sulawesi Selatan menyimpan keindahan tersendiri.

Bukit Tamangura Maros
Puncak Bukit Tamangura Maros.

Dari bukit yang terletak tidak jauh dari kawasan wisata unggulan, Rammang Ramang Maros ini dapat dilihat indahnya gugusan karts dan hamparan sawah di sekitarnya, juga indahnya matahari terbenam di ufuk barat.

Bukit Tamangura mulai populer dan mulai dikunjungi warga, serta sejumlah wisatawan lokal pada akhir tahun 1990-an hingga awal tahun 2000. Bersantai di puncak bukit sambil menikmati pemandangan alam menjadi daya tariknya.

Ditambah keberadaan batu unik yang bentuknya menyerupai badan kerbau. Posisi batu ini berada di tepi jurang dan menempel di bukit batu tanpa bersambungan langsung dengan batu yang lainnya.

Mengunjungi Bukit Tamangura bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat maupun roda dua. Diantaranya dari jalan poros Maros-Pangkep di daerah Salenrang, berbelok menuju jalan poros arah ke pabrik Semen Bosowa Maros hingga ke Dusun Samariga hingga sebuah bukit batu terlihat dari sisi kiri jalan. Kemudian berjalan kaki kurang lebih 10 hingga 15 menit menuju objek situs batu kerbau tersebut.

Masyarakat sekitar menyebut batu ini situs kerbau, karena memang dipercaya sebagai jelmaan potongan badan kerbau. Menurut cerita warga sekitar, batu ini pernah didorong dan dijatuhkan ke dasar jurang oleh oknum tidak bertanggung jawab, tetapi keesokan harinya batu itu kembali ke tempatnya semula.

Website radio Maros FM menyebut, salah satu cerita rakyat tentang situs kerbau ini adalah dulunya ada seekor kerbau yang akan disembelih dalam sebuah acara adat. Namun sang pemilik acara terlalu sombong dan menantang penduduk yang bisa menyembelih kerbaunya, maka akan mendapatkan hadiah dari yang empunya acara.

Beberapa penduduk mencoba, tetapi tidak satupun yang berhasil. Jangankan menyembelih, melukai sedikitpun kulit kerbau itu tidak ada yang berhasil. Kemudian muncullah seorang sakti yang akhirnya berhasil menyembelih kerbau itu.

Kerbau yang disembelih itu pun berlari mengelilingi 7 kampung pada masa itu hingga akhirnya tubuh kerbau itu berubah menjadi batu.

Dari tradisi lisan itu, beberapa kampung lainnya juga terlihat punya hubungan dengan cerita kerbau batu itu, yakni di Dusun Galaggara terdapat kepala kerbau yang berubah pula jadi batu, serta di Dusun Mangngai yang konon tempat isi perut sang kerbau.

Sementara di beberapa sawah yang bermunculan di antara batu-batu karst di sekitar desa itu dipercaya sebagai darah kerbau yang akhirnya menjelma menjadi batu. Masyarakat sekitar pun percaya, situs batu dan tradisi lisan Tamangura menjadi bukti dan memuat pelajaran untuk jangan pernah berlaku sombong.

Kini Bukit Tamangura tidak setenar dulu lagim beberapa penambang batu mulai merangsek mengepungnya, entah sampai kapan situs ini akan mampu bertahan. Maka kunjungilah sebelum batu kerbau itu benar-benar punah. (*Ilham Halimsyah)

August 19th: World Photo Day

19 Agustus 2016 0 Komentar

The date behind World Photo Day originates from the invention of the Daguerreotype, a photographic processes developed by Joseph Nicèphore Nièpce and Louis Daguerre in 1837.
The Daguerreotype Process
On January 9, 1839, The French Academy of Sciences announced the daguerreotype process. A few months later, on August 19, 1839, the French government purchased the patent and announced the invention as a gift "Free to the World".

It should be noted that the Daguerreotype wasn't the first permanent photographic image. In 1826, Nicèphore Nièpce captured the earliest known permanent photograph known as 'View from the Window at Le Gras' using a process called Heliography.

View from the Window at Le Gras

August 19th, 1839 was chosen as the date behind World Photo Day based on the following historical merits:

- The Daguerreotype as the first practical photographic process.
- The purchase and release of the patent by the French government.

25 Tahun Internet Merubah Cara Kita Berinteraksi

10 Agustus 2016 0 Komentar

Bagi masyarakat modern, internet merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kegiatan sehari-hari. Secara sederhana, masyarakat menggunakan internet untuk e-mail, sosial media, chating, bermain game atau menonton video streaming.

Tim Berners-Lee.
Usia internet kini 25 tahun, uisa yang cukup matang melalui berbagai peristiwa dan perubahan, Menjadi salah satu penemuan terpenting pada abad 21 ini, tentu saja internet masih akan berkembang pada beberapa dekade kedepan.

Merayakan ulang tahun yang ke 25 internet bukan hanya berarti merayakan teknologi, namun merayakan sesuatu yang dampaknya merubah dunia. Internet telah merubah cara kita berinteraksi, tidak hanya telepon tapi chatting dan video-calling sudah menjadi komunikasi standar masyarakat modern.

Begitu banyak teknologi dan perusahaan yang tidak mungkin lahir tanpa internet, seperti Facebook, Google, Twitter, WhatsApp atau layanan jual-beli seperti Kaskus, Amazon atau iTunes. Internet juga berperan dalam bidang lain selain teknologi, di bidang finansial internet digunakan untuk Bank dan mesin ATM dan bidang kemanan digunakan pada CCTV.

Meski begitu akrab dengan kehidupan, namun masih banyak orang yang belum mengetahui kisah terciptanya internet hingga perkembangannya sampai saat ini. Mengutip situs TheVron, kelahiran internet berawal pada Maret 1980, saat itu ilmuwan kebangsaan Inggris, Tim Berners-Lee mengajukan proposal ke organisasi riset Eropa terbesar, CERN (European Organization for Nuclear Research) di Swedia. Proposal tersebut berupa Manajemen Sistem Informasi (Information Management System) yang akhirnya sukses melahirkan cikal bakal jaringan internet yaitu HTTP (Hypertext Transfer Protocol).

Agustus1991: World Wide Web Lahir

Proposal Tim Berners-Lee akhirnya diterima oleh CERN, hasil dari proposal tersebut melahirkan jaringan website pertama yang bernama World Wide Web (WWW), inilah sebabnya saat kita membuka website di internet diawali dengan www.

Ini menandai untuk pertama kalinya web tersedia untuk umum. Pada saat mengembangkan web Tim Berners-Lee menggunakan komputer buata Steve Jobs NeXTcube dengan sistem operasi NeXTSTEP produksi perusahaannya bernama NeXT. Komputer tersebut menjadi Server Web pertama di dunia.

Lalu situs internet pertama di dunia itu dibuka perdana untuk publik pada 6 Agustus 1991. Tim hanya mengumumkan proyek tersebut dalam sebuah grup Usenet, yaitu sebuah protokol komunikasi antar komputer yang terhubung melalui jaringan. Usenet disebut juga sebagai nenek moyang forum internet dan sudah ada sebelum internet atau world wide web dirilis.

Juli 1992: Foto Upload Pertama

Jauh sebelum istilah selfie populer, grup musik bernama Les Horribles Cernettes menjadi foto pertama yang diunggah ke website. Foto diambil oleh Silvano de Gennaro yang kemudian di-upload oleh Tim Berners-Lee.

September 1993: Web Browser Populer Pertama

Nexus pada 1990 merupakan web browser pertama di dunia yang dipakai oleh Tim, namun baru pada September 1993 web browser populer pertama lahir. Marc Andressen lah yang membuat Mosaic, internet browser populer pertama di dunia.

Januari 1994: Web Conference Internasional Pertama

Pada acara UCLA Superhighway Summit, konferensi internasional pada World Wide Web pertama dilakukan, menggunakan browser Mosaic buatan Marc Andressen. Salah satu tokoh peserta pada acara itu adalah Al Gore, mantan wakil presiden Amerika. Pada tahun ini juga tahun organisasi World Wide Web Consortium (W3C), yaitu konsorsium internet dunia didirikan.

Pertengahan 1994: Kafe Pertama yang Menawarkan Browsing

Tahun 1994 tampaknya menjadi tahun ketika internet mulai dikenal dan dipakai masyarakat luas Bahkan banyak bermunculan kafe yang menawarkan akses browsing internet di beberapa negara maju saat itu seperti AS, Kanada, dan Inggris.

Pertengahan 1994: Blog Pertama

Justin Hall perupakan blogger pertama di dunia, dia pertama kali membuat website harian alias ‘web diary’ bernama Justin’s Links from the Undergroud. Untuk pertama kali website dipakai oleh orang biasa untuk tulisan pribadi, dimana sebelumnya website digunakan untuk memberikan informasi atau berita. Ide ‘blog’ kemudian menjadi inspirasi untuk website media sosial saat ini.

April 1995: Kelahiran Toko Online

Jeff Bezos pada 1995 membuat amazon.com, toko berbasis online pertama yang awalnya menjual buku melalui website, dengan pembeli bernama John Wainwright menjadi pembeli toko online pertama. Di tahun yang sama situs eBay dibuat oleh programmer komputer Pierre Omidyar, awalnya merupakan website untuk lelang barang.

Agustus 1996: XML Dibuat

Extensible Markup Language (XML) merupakan standar bahasa yang mampu membuat struktur visual dokumen pada website secara rapih dan konsisten. XML dibuat pada Agustus 1996 oleh delapan pakar teknologi yang didukung oleh 150 pakar lain.

Agustus 1996: Handphone dengan Internet Pertama

Nokia 9000 Communicator merupakan handphone pertama yang dapat mengakses internet. Handphone menyerupai laptop ini merupakan high-end pada masanya. Fitur akses internet ini menjadikan penggunanya dapat online di mana saja.

Begitulah kisah terciptanya internet yang telah merubah cara kita berinteraksi dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan kita sehari-hari. (*)

Mengapa Ketupat Jadi Simbol Lebaran?

7 Juli 2016 0 Komentar

Ketupat adalah makanan khas yang selalu ada di hari raya Idul Fitri, bahkan telah menjadi simbol lebaran.

ketupat

Makanan ini dibuat beras yang dibungkus anyaman pucuk daun kelapa atau daun pandan yang dirangkai berbentuk jajar genjang. Saat hendak disantap, ketupat dipadankan dengan masakan-masakan khas lebaran lain seperti opor ayam dan lain sebagainya.

Sebagai makanan khas yang selalu tersaji pada hari raya Idul Fitri, ketupat memiliki latar belakang yang cukup panjang. Makanan ini diperkirakan diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga saat Islam masuk ke tanah Jawa.

Seorang dari sembilan wali ini membudayakan dua kali Bakda, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah lebaran Idul Fitri. Pada hari yang disebut Bakda Kupat di tanah Jawa waktu itu, hampir setiap rumah terlihat menganyam ketupat dari daun kelapa muda.

Setelah selesai dimasak, kupat tersebut diantarkan ke kerabat yang lebih tua, menjadi sebuah lambang kebersamaan. Menurut para ahli, sebuah ketupat memiliki beberapa makna, yakni;

- Rumitnya anyaman bungkus ketupat ini mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia.
- Nasi yang putih sebagai isi ketupat mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah memohon ampunan dari segala kesalahan.
- Bentuk ketupat mencerminkan kesempurnaan, dihubungkan dengan kemenangan umat Muslim setelah sebulan berpuasa dan merayakan hari yang fitri.
- Kupat biasanya dihidangkan dengan lauk yang bersantan, dalam pantun jawa disebutkan; "kupat santen" atau kula lepat nyuwun ngapunten (mohon maaf, jika saya salah).
- Penggunaan janur sebagai kemasan juga memiliki makna tersembunyi. Janur dalam bahasa Arab berasal dari kalimat "jaa a al-nur" bermakna telah datang cahaya. Sedangkan masyarakat Jawa mengartikan janur dengan "sejatine nur" (cahaya) atau dalam arti yang lebih luas berarti keadaan suci manusia setelah mendapatkan pencerahan cahaya Ramadan.

Selain itu, ketupat juga erat dengan tradisi jawa menuju tanggal 1 Syawal. Ketupat atau kupat dapat diartikan dengan "laku papat" atau empat tindakan, yakni lebaran, luberan, leburan,dan laburan.

- Lebaran beraal dari kata lebar yang berarti selesai, dimaksudkan bahwa 1 Syawal adalah tanda selesainya menjalani puasa.
- Luberan berarti melimpah, ibarat air dalam tempayan, isinya melimpah, sehingga tumpah ke bawah. Simbol yang memberikan pesan untuk memberikan sebagian harta kepada fakir miskin, yaitu sedekah dengan ikhlas seperti tumpahnya/lubernya air dari tempayan.
- Leburan adalah bahwa semua kesalahan dapat lebur (habis) dan lepas serta dapat dimaafkan pada hari tersebut.
- Laburan dari kata labur (kapur) adalah bahan untuk memutihkan dinding. Simbol yang memberikan pesan untuk senantiasa menjaga kebersihan diri lahir dan batin. Sehingga setelah melaksanakan leburan (saling memaafkan) mesti selalu menjaga sikap dan tindak yang baik, sehingga dapat mencerminkan budi pekerti yang baik. Begitulah asal mula ketupat jadi simbol lebaran. (*)


Sekarang Taksi Blue Bird Bisa Dipesan Online

16 Juni 2016 1 Komentar

Sebuah tautan melintas di beranda akun saya di facebook, tautan itu tentang aplikasi My Blue Bird versi terbaru. Penasaran, saya pun mengunjungi tautan tersebut.

"Tahukah kamu kalau aplikasi My Blue Bird sekarang punya 6 fitur baru? Download aplikasinya di sini mybb.bluebirdgroup.com dan nikmati fitur-fitur terbaru kami..."
- Facebook Blue Bird Group -



Aplikasi ini diluncurkan sebagai jawaban atas survei yang diadakan Blue Bird secara online dan offline, menjadi bagian dari proses peningkatan pelayanan.

Blue Bird menyadari bahwa masyarakat saat ini menginginkan aplikasi yang mudah dalam mengakses layanan transportasi umum, terutama taksi. Seiring dengan perkembangan zaman, Blue Bird pun melakukan berbagai inisiatif dengan pendekatan multi-channel access.

Aplikasi My Blue Bird versi terbaru ini dilengkapi dengan enam fitur, yakni;

1. Advance & Multiple Booking - Memesan taksi sesuai waktu yang diinginkan dan memesan lebih dari 1 taksi pada saat bersamaan.

2. See Nearby Taxi- Melihat jumlah taksi yang tersedia di titik penjemputan.

3. Driver Rating - Memberikan apresiasi dalam bentuk rating kepada pengemudi. 

4. Share My Journey - Membagikan lokasi ke orang-orang terdekat. 

5. Tracking System & Call Driver - Memonitor keberadaan pengemudi dan melakukan komunikasi langsung untuk memastikan keberadaaanya. 

6. Fare Estimation & E-Receipt - Memperkiraan tarif yang akan dibayar sebelum berangkat dan mendapatkankan struk melalui email.

Setelah membaca ulasan tersebut, saya menilai fitur-fitur dalam aplikasi ini sangat menarik, sebab telah sejalan perkembangan era digital saat ini. Saat aktivitas keseharian masyarakat ditopang komunikasi seluler berbasis online.

Bagi saya, ada empat diantara enam fitur tersebut yang membuat pengguna jasa Blue Bird merasakan kemudahan, yakni fitur 'Advance & Multiple Booking', mengerti kebutuhan masyarakat sebagai pengguna taksi agar dapat mengatur pemesanan, sesuai jadwal bepergian.

Kemudian fitur 'See Nearby Taxi', membuat pengguna jasa taksi tak perlu ragu akan ketersediaan armada, terutama pada jam-jam tertentu. Misalnya pada jam sibuk dan tengah malam. Dengan fitur ini, pengguna taksi dapat memastikan ketersediaan taksi di jalan.

Lalu fitur 'Share My Journey', membuat pengguna taksi membagikan lokasi kepada orang-orang terdekatnya, memberikan jaminan keamanan. Selain berguna untuk menghindari salah arah, terutama bagi penumpang yang baru mengunjungi suatu tempat. Fitur ini akan menghilangkan kecurigaan diajak 'mutar-mutar' oleh pengemudi.

Selanjutnya fitur 'Fare Estimation & E-Receipt', membantu pengguna taksi yang berasal dari luar kota dalam memperkiraan tarif yang akan dibayar. Saya misalnya, saat berada di Jakarta, menjadi hal yang penting untuk untuk mengetahui tarif taksi dari satu tempat ke tempat lain, agar saya bisa merencanakan pengeluaran.

Meski kemudahan dalam memesan taksi ada pada ada empat fitur tersebut, namun dua fitur lainnya menjadikan aplikasi ini semakin menarik.

'Tracking System & Call Driver' untuk menjalin komunikasi personal dengan pengemudi dan memastikan keberadaaannya, membuat pengguna tidak ragu dalam menunggu datangnya armada taksi yang telah dipesan. Hal ini akan menumbuhkan kepercayaan terhadap layanan Blue Bird.

'Driver Rating' untuk mengajak pengguna memberikan apresiasi dalam bentuk rating kepada pengemudi. Rating tersebut menjadi acuan perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Rating itu juga untuk memastikan perjalanan dengan Blue Bird akan selalu nyaman dan menyenangkan.

Selain keenam fitur yang telah tersedia itu, rencana ditambahkannya beberapa fitur lagi akan menjadikan aplikasi ini makin diandalkan.

'Easy Ride' akan memanjakan penumpang yang menyetop taksi di jalan untuk bisa membayar via aplikasi. 'Cashless' atau pembayaran non-tunai makin memudahkan penumpang dalam pembayaran, terutama karena mereka tak perlu lagi menunggu dan menghitung uang kembalian. 'eVoucher' dan 'Promosi' merupakan cara memanjakan penumpang, menjadi daya tarik bagi pelanggan.

Kehadiran fitur-fitur yang beragam dan sesuai kebutuhan masyarakat akan membuat aplikasi My Blue Bird versi terbaru makin digemari.

Akhirnya dengan aplikasi ini, akan semakin mempermudah akses penumpang terhadap taksi Blue Bird sebagai perusahaan taksi yang besar, dengan ketersediaan armada yang mencapai puluhan ribu dan reputasi yang terpercaya. (*)

Sebutan 'Daeng' dalam Tradisi Bugis-Makassar

24 Mei 2016 0 Komentar

Sebutan 'Daeng' dalam tradisi Bugis-Makassar merupakan bentuk pelestarian adat-budayanya. Masyarakat umum sering memberikan julukan tersebut kepada setiap orang perantauan dari suku Bugis-Makassar.

Daeng

Dalam tradisi budaya Bugis-Makassar, sebutan Daeng pada dasarnya hampir sama dari unsur pengidentifikasiannya, namun sedikit berbeda dalam penerapannya.

Mengutip rappang.com, dalam bahasa Bugis, kata Daeng berarti kakak. Kata ini pada umumnya disematkan untuk orang yang lebih tua, misalnya seorang adik yang memanggil saudara yang lebih tua, digunakan dalam lingkup keluarga yang sudah saling mengenal.

Sedangkan dalam kebudayaan Makassar, kata Daeng selain sebagai sapaan kepada orang yang lebih tua, juga berfungsi sebagai nama tambahan (nickname), selain nama kandung yang sudah dibawa sejak aqiqah.

Suku Bugis mengenal 3 strata sosial, yaitu Arung (bangsawan kasta tertinggi), To Maradeka (masyarakat umum) dan Ata (budak). Dalam penempatan kata 'Daeng' sebagai identifikasi strata maka golongan To Maradeka yang familiar menggunakan julukan tersebut.

Sedangkan suku Makassar mengenal 4 stratafikasi sosial, yaitu Kare (tokoh Religi), Karaeng (Raja atau bangsawan), Daeng (kalangan pengusaha) dan Ata (budak).

Maka sebutan Daeng pada hakikatnya memiliki beragam makna jika dilihat dari penyatuan tradisi ini, yaitu: Daeng berasal dari kata Makassar; 'Pa’doangeng' yang berarti  untuk 'doa' dan harapan, yang kemudian terucap menjadi 'Paddaengang'.

Daeng merupakan simbol penghambaan dari nama Tuhan. Daeng merupakan penegasan sebagai seorang dari golongan Bangsawan. Daeng merupakan gelar untuk seorang yang dijadikan panutan karena keberanian, kejujuran dan kepintarannya.

Daeng diberikan untuk seorang yang berjasa dan biasanya gelar yang diberi sesuai dengan keadaan orang itu, misalnya ada orang Amerika yang diberi gelar Daeng Rate. Rate berarti tinggi karena kebetulan memang orangnya memiliki fisik yang tinggi.

Dalam tradisi Bugis-Makassar, nama 'Paddaengang' (pemberian gelar Daeng) atau Karaeng diberikan oleh orang tua kepada anaknya dengan merujuk nama-nama Paddaengang milik orang-orang tua mereka atau kerabat dekat dalam keluarga mereka. Nama Paddaengang tidak pernah dibuat baru karena merujuk dari silsilah keluarga.

Dalam perkembangannya saat ini, sebutan 'Daeng' mengalami distorsi dalam interaksi sosial. Nama "Paddaengang' dianggap ketinggalan jaman dan tidak modern. Generasi yang lebih muda akhirnya mengalami pergeseran dan kesalahan pemahaman atas makna gelar Daeng dikarenakan penggunaannya yang lebih bersifat umum.

Pengayuh becak, pedagang sayur dan ikan keliling serta beberapa pelaku industri non formil lainnya biasa disapa dengan panggilan Daeng, sehingga banyak orang menganggap kalau sebutan Daeng berasosiasi kepada mereka yang berada pada strata sosial bawah.

Jika mengacu pada tradisi Bugis-Makassar sesaui paparan di atas, maka sebutan Daeng sejatinya adalah sebuah Gelar Kehormatan. (*)

Teknik Fotografi Keren yang Patut Dikuasai Fotografer

24 April 2016 0 Komentar

Perkembangan fotografi saat ini yang didukung internet dan media sosial mendorong seseorang untuk menjadi kreatif secara visual. Hal ini menuntut setiap orang, terutama peminat fotografi, untuk mengikuti perkembangan tren fotografi ini.

Banyak orang akhirnya berlomba ingin mengambil foto dengan nuansa yang indah agar fotonya disukai orang lain, terutama saat foto tersebut dipublikasikan di akun media sosial, misalnya Instagram.

Inilah beberapa teknik fotografi keren dan patut dikuasai oleh peminat fotografi, sebagaimana kami dipaparkan oleh titikfokuskamera.com:

1. Fotografi Pinhole

teknik fotografi

Teknik ini mengajak para peminat fotografi untuk memahami 'teori dasar fotografi'. Sebelum kamera modern ditemukan dan memotret hanya dengan mudah, fotografi pinhole atau fotografi lubang jarum mengabadikan objek melalui tangkapan cahaya alami. Teknik ini, mengutamakan pengamatan pada objek secara lebih teliti sebab pengaturan pencahayaan dan komposisi dilakukan sendiri. Fotografi Pinhole lebih menantang dengan hasil foto yang berkesan klasik.

2. Monokrom Berwarna 

teknik fotografi

Jika foto monokrom selama ini identik dengan hitam-putih, dalam teknik fotografi monokrom berwarna tidak berlaku hal-hal ini. Monokrom berwarna memadukan hitam dengan satu warna lainnya yang bukan warna putih maupun abu-abu. Misalnya memainkan tone grayscale dengan tepat, komposisi foto pun bakal langsung tampak lain dari biasanya.

3. Fotografi Hitam Putih Kental

teknik fotografi

Fokus pada warna hitam dan putih saja untuk galeri foto di media sosial juga adalah jalan pintas buat mendapatkan perhatian, selama menawarkan kisah dramatis yang didukung dengan panorama alam yang tak biasa. Berbeda dengan fotografi hitam putih lainnya, teknis hitam putih kental ini lebih menekankan pada gradasi warna hitam yang dominan.

4.  Fotografi Refleksi

teknik fotografi

Dalam fotografi, ini bukan hal baru. Selain dapat dilakukan secara alami, fotografi refleksi juga dapat dilakukan melalui aplikasi editan foto yang banyak beredar sekarang, diantaranya aplikasi yang menciptakan efek mirror. Namun, ada sensasi tersendiri jika mampu menghasilkan foto refleksi tanpa bantuan aplikasi. Cari objek yang bisa memantulkan refleksi objek lainnya dan lihat apa yang terefleksi di dalamnya.

5. Fotografi Tilt-Shift

teknik fotografi

Memotret skala juga menjadi pilihan untuk menciptakan foto-foto unik. Menentukan skala dalam fotografi akan bergantung pada perspektif yang ada di dalamnya. Saat skala ini dengan sengaja diganggu, maka akan tercipta fotografi tilt-shift yang memainkan perhitungan skala yang dikenal oleh mata, sehingga memunculkan ukuran baru yang unik. Mungkin, fotografi tilt-shift agak susah dikuasai, tapi dengan banyak latihan, hasil  fotonya akan menambah keren galeri foto online.

6. Fotografi Timelapse

teknik fotografi

Lawan langsung dari fotografi high-speed atau kecepatan tinggi adalah foto yang diatur dalam speed yang sangat lambat sehingga terjadi blur karena berusaha menangkap pergerakan objek dalam tempo lambat. Timelapse dapat membantu mengurutkan berbagai momen dan menciptakan momen baru yang diabadikan jadi satu. Teknik fotografi ini dapat diawali dengan memahami light painting atau melukis dengan cahaya.

Ayo pelajari teknik-teknik fotografi keren di atas dan buat galeri foto makin keren! (*)

 
IHSYAH blogwork | lihat juga BLOGSPOTISME