Pelajaran Komputer: Fungsi Tombol Keyboard

6 Februari 2019 0 Komentar

Bagi kamu yang baru belajar mengoperasikan perangkan komputer, mungkin masih asing dengan papan keyboard. Kenapa tombolnya begitu banyak? Pertanyaan dasar itu sering muncul dalam pelajaran komputer.

Kalau sudah mengetahui fungsi dari masing-masing tombol, maka akan mempercepat kinerja menggunakan komputer.

Kebanyakan jenis keyboard yang digunakan adalah QWERTY, yang diambil dari 6 huruf berurutan pada baris kedua dari tombol alfanumerik papan keyboard. QWERTY didesain sedemikian rupa agar tombol yang paling sering ditekan terpisah letaknya sejauh mungkin, sehingga bisa meminimalkan kemacetan pada saat mengetik, seperti pada mesin ketik mekanik.

Setiap tombol-tombol yang ada pada keyboard juga memiliki fungsinya masing-masing. Namun juga ada fungsi baru ketika menggabungkan dua tombol yang ditekan secara bersamaan.

Keyboard memiliki tombol-tombol yang memiliki peranannya masing-masing. Dalam keyboard ada tombol Alfabet dari A-Z yang berfungsi untuk menuliskan huruf A-Z. Selain tombol tersebut, ada beberapa tombol lain yang biasanya ada pula pada setiap keyboard sesuai standar.

Fungsi tombol selain tombol alfabet pada keyboard:

Back Space berfungsi untuk mendelete satu karakter yang telah terlanjur diketik. Jika digabungkan dengan Tombol Ctrl maka fungsi dari Tombol Back Space tidak lagi mengapus satu karakater dari depan, melainkan menghapus satu kata dari depan. Satu kata merupakan kumpulan dari beberapa karakter yang dipisahkan oleh spasi.

Caps Lock, apabila tombol ini ditekan maka lampu akan menyala dimana menunjukkan bahwa huruf besar atau kapital yang digunakan, namun jika mati maka huruf normal yang dipakai yakni huruf kecil sebagaimana biasanya.

Delete untuk menghapus satu karakter yang berada pada posisi di belakang kursor. Jika digabungkan dengan tombol ctrl maka fungsi dari tombol delete tidak lagi mengapus satu karakater yang berada di belakang kursor, melainkan menghapus satu kata yang berada di belakang kursor.

End berfungsi untuk memindahkan kursor ke akhir baris dari tulisan. Jika digabungkan dengan tombol ctrl maka tombol end akan berfungsi untuk langsung menuju pada bagian akhir dari lembar kerja.

Esc yang berfungsi dalam membatalkan sebuah perintah yang sudah dilakukan di menu. Semua perintah yang terlanjur diberikan akan dibatalkan seketika jika tombol esc ditekan.

Enter berfungsi untuk berpindah ke baris yang baru dari baris yang lama. Selain itu tombol enter juga memiliki fungsi sebagai perintah tegas dilaksanakannya sebuah perintah yang diberikan kepada program yang ada di komputer.

Home memiliki fungsi untuk membawa kursor ke sudut kiri atas atau awal baris. Jika digabungkan dengan tombol ctrl maka tombol home akan berfungsi untuk langsung menuju pada bagian awal dari lembar kerja.

Page Up memiliki fungsi untuk menggerakkan baris satu layar ke arah atas.

Page Down memiliki fungsi kebalikan dari page up yakni untuk menggeserkan satu garis ke bawah.

Tab berfungsi untuk memindahkan kursor dalam satu tabulasi ke arah kanan. Jika ditekan terus maka perintah tersebut akan berulang yakni terus memindah kursor dalam satu tabulasi ke arah kanan dari posisi awal.
Selain itu, ketika menggunakan program Office, ada beberapa tombol keyboard yang memiliki fungsi lain yang bisa dilakukan kombinasi atau penggabungan dengan tombol lainnya.

Fungsi tombol dengan awalan F1-10 pada keyboard:

F1:
- Menjalankan fungsi pertolongan yang di sediakan pada Word.
- Tombol Win + F1 akan membuka Microsoft Windows help and support center.

F2:
- Memindahkan teks atau objek yang dipilih
- Untuk di windows dapat digunakan sebagai jalan pintas mengubah nama suatu file maupun folder.
- Tombol kombinasi Alt + Ctrl + F2 digunakan untuk membuka dokumen baru di Microsoft Word.
- Ctrl + F2 menampilkan jendela print preview dalam Microsoft Word.

F3:
- Menjalankan perintah AutoText
- Sering kali diguanakan untuk membuka fitur pencarian untuk banyak program termasuk Microsoft Windows.
- Jika kalian sedang bekerja dalam Ms word atau yang lain dapat menggunakan CTRL+F atau mencari file di windows dapat menggunakan Win+F
- Shift + F3 akan mengubah teks dalam Microsoft Word menjadi uppercase(huruf besar) atau lowercase(huruf kecil) atau huruf kapital pada awal setiap kata.

F4:
- Mengulangi perintah sebelumnya
- Membuka jendela.
- Mengulangi aksi terakhir yang dilakukan di Word 2000 +
- Alt + F4 akan menutup program yang sedang aktif dalam Microsoft Windows.
- Ctrl + F4 akan menutup jendela yang terbuka dalam jendela aktif saat ini di Microsoft Windows.

F5:
- Menjalankan perintah Find and Replace atau Goto
- Mungkin tombol ini yang paling populer untuk me reload halaman di browser maupun untuk refresh tampilan windows.
- Buka window pencarian, penggantian kata di Microsoft Word.
- Mulai tayangan slide show dalam PowerPoint.

F6:
- Menjalankan Perintah Other Pane
- Memindahkan kursor ke address bar di Internet Explorer dan Mozilla Firefox.

F7:
- Memeriksaan kesalahan ketik dan ejaan teks
- Biasanya digunakan untuk memeriksa ejaan dan tata bahasa (spelling) dalam program-program - - - - Microsoft seperti Microsoft Word, Outlook, dll
- Shift + F7 melakukan pemeriksaan Thesaurus pada kata yang disorot.
- Menyalakan tsobat sisipan browsing di Mozilla Firefox.

F8:
- Awal perintah penyorotan/pemilihan teks atau objek
- Fungsi tombol yang digunakan untuk masuk ke menu Windows startup, biasanya digunakan untuk masuk ke Windows Safe Mode.

F9:
- Mengupdate Field (Mail Merge)
- Membuka toolbar Pengukuran dalam Quark 5.0.

F10:
- Mengaktifkan Menu
- Pada Microsoft Windows digunakan untuk mengaktifkan menu bar dari aplikasi yang terbuka.
- Shift + F10 adalah sama dengan klik kanan pada icon yang disorot, file, atau link internet.

F11:
- Memasukkan field berikutnya (Mail Merge)
- Modus layar penuh di pada web browser.

F12:
- Mengaktifkan dialog Save As
- Membuka menu Save As pada Microsoft Word.
- Ctrl + Shift + F12 mencetak/print dokumen di Microsoft Word.

Fungsi tombol kombinasi CTRL + pada keyboard:

Ctrl + A: Select All
- Ctrl + B: Bold
- Ctrl + C: Copy
- Ctrl + D: Font
- Ctrl + E: Center Alignment
- Ctrl + F: Find
- Ctrl + G: Go To
- Ctrl + H: Replace
- Ctrl + I: Italic
- Ctrl + J: Justify Alignment
- Ctrl + K: Insert Hyperlink
- Ctrl + L: Left Alignment
- Ctrl + M: Hanging Indent
- Ctrl + N: New
- Ctrl + O: Open
- Ctrl + P: Print
- Ctrl + Q: Normal Style
- Ctrl + R: Right Alignment
- Ctrl + S: Save/Save As
- Ctrl + T: Left Indent
- Ctrl + U: Underline
- Ctrl + V: Paste
- Ctrl + W: Close
- Ctrl + X: Cut
- Ctrl + Y: Redo
- Ctrl + Z: Undo
- Ctrl + 1: Single Spacing
- Ctrl + 2: Double Spacing
- Ctrl + 5: 1,5 lines
- Ctrl + Esc: Start Menu

Fungsi tombol-tombol tambahan pada keyboard:

- ALT + ENTER (Melihat properti untuk item yang dipilih)
- ALT + F4 (Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif)
- ALT + ENTER (Menampilkan properti dari objek yang dipilih)
- ALT + SPACEBAR (Buka menu shortcut untuk jendela aktif)
- ALT + TAB (Beralih antara item yang terbuka)
- ALT + ESC (Cycle melalui item dalam urutan yang mereka telah dibuka)
- ALT + SPACEBAR (Tampilan menu Sistem untuk jendela aktif)
- CTRL + ESC (Menampilkan menu Start)
- CTRL + F4 (Menutup dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan Anda untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan)
- ARROW (Buka menu berikutnya ke kanan, atau membuka submenu)
- LEFT ARROW (Buka menu sebelah kiri, atau menutup submenu)
- BACKSPACE (Melihat folder satu level ke atas di My Computer atau Windows Explorer)
- ESC (Membatalkan tugas sekarang)
- SHIFT ketika memasukkan CD-ROM ke dalam CD-ROM (Mencegah CD-ROM secara otomatis bermain/autoplay)
- SHIFT + F10 (Menampilkan menu shortcut untuk item yang dipilih)

Fungsi lainnya dari tombol-tombol pada keyboard:

Keyboard Shortcuts Dialog Box

- CTRL + TAB (Move forward melalui tab)
- CTRL + SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui tab)
- TAB (Move forward melalui pilihan)
- SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui pilihan)
- ALT + huruf yang digarisbawahi (Lakukan perintah yang sesuai atau pilih opsi yang sesuai)
- ENTER (Lakukan perintah untuk opsi atau tombol aktif)
- SPACEBAR (Pilih atau menghapus kotak centang jika pilihan yang aktif adalah check box)

Arrow tombols/tombol panah (Pilih sebuah tombol jika pilihan aktif adalah group tombol pilihan)

- Tombol F1 (Menampilkan Help)
- Tombol F4 (Menampilkan item dalam daftar aktif)
- BACKSPACE (Membuka folder satu tingkat ke atas jika folder dipilih dalam Simpan Sebagai atau Buka kotak dialog)

Microsoft Natural Tombolboard Shortcuts 

- Logo Windows (Menampilkan atau menyembunyikan menu Start)
- Logo Windows + D (Menampilkan the desktop)
- Logo Windows + E (Membuka My Computer)
- Logo Windows + F (Mencari for a file atau folder)
- Logo Windows + F1 (Menampilkan Windows Help)
- Logo Windows + L (Mengunci keyboard)
- Logo Windows + M (Meminimalkan semua jendela)
- Logo Windows + R (Membuka kotak dialog Run)
- Logo Windows + U (Membuka Utility Manager)
- Logo Windows + BREAK (Menampilkan System Properties dialog box)
- Logo Windows + SHIFT + M (Memulihkan jendela yang diminimalkan)
- CTRL + Windows Logo + F (Mencari for komputer)

Accessibility Tombolboard Shortcuts

- Right SHIFT selama delapan detik (Beralih FilterTombols on atau off)
- LEFT ALT + LEFT SHIFT + PRINT SCREEN (Beralih High Contrast on atau off)
- LEFT ALT + LEFT SHIFT + NUM LOCK (Mengaktifkan MouseTombols on atau off)
- SHIFT lima kali (Mengaktifkan StickyTombols on atau off)
- NUM LOCK selama lima detik (Mengaktifkan ToggleTombols on atau off)
- Logo Windows + U (Membuka Utility Manager)

Windows Explorer Tombolboard Shortcuts

- END (Menampilkan bagian bawah jendela aktif)
- HOME (Menampilkan bagian atas jendela aktif)
- NUM LOCK + Asterisk sign (*) (Tampilkan semua subfolder yang berada di bawah folder yang dipilih)
- NUM LOCK + Plus sign (+) (Menampilkan isi dari folder yang dipilih)
- NUM LOCK + Minus sign (-) (Collapse folder yang dipilih)
- LEFT ARROW (Collapse pilihan saat ini jika diperluas, atau pilih folder utama)
- RIGHT ARROW (Menampilkan pilihan saat ini, atau pilih subfolder pertama)

Shortcut Tombols for Character Map Tombol pintas untuk Peta Karakter

- Setelah Anda klik dua kali pada grid karakter karakter, Anda dapat bergerak melalui grid dengan menggunakan cara pintas tombolboard:
- RIGHT ARROW (Pindah ke kanan atau ke awal baris berikutnya)
- LEFT ARROW (Pindah ke kiri atau ke akhir baris sebelumnya)
- UP ARROW (Pindah ke atas satu baris)
- DOWN ARROW (Pindah ke bawah satu baris)
- PAGE UP (Pindah ke atas satu layar pada satu waktu)
- DOWN (Pindah ke bawah satu layar pada satu waktu)
- HOME (Pindah ke awal baris)
- END (Pindah ke akhir baris)
- CTRL + HOME (Pindah ke karakter pertama)
- CTRL + END (Pindah ke karakter terakhir)
- SPACEBAR (Beralih antara yang lebih besar dan Normal ketika seorang karakter yang dipilih)

Microsoft Management Console (MMC) Main Window Tombolboard Shortcuts

- CTRL + O (Open yang disimpan konsol)
- CTRL + N (Buka konsol baru)
- CTRL + S (Save the open console)
- CTRL + M (Menambah atau menghapus item konsol)
- CTRL + W (Buka jendela baru)
- F5 tombol (Update konten dari semua jendela konsol)
- ALT + SPACEBAR (Menampilkan menu jendela MMC)
- ALT + F4 (Close the console)
- ALT + A (Menampilkan the Action menu)
- ALT + V (Menampilkan the View menu)
- ALT + F (Menampilkan the File menu)
- ALT + O (Menampilkan the Favorites menu)

Konsol MMC Window Tombolboard Shortcuts

- CTRL + P (Mencetak halaman aktif atau aktif pane)
- ALT + tanda Minus (-) (Menampilkan menu jendela jendela konsol yang aktif)
- SHIFT + F10 (Menampilkan the Action menu shortcut untuk item yang dipilih)
- Tombol F1 (Membuka topik Bantuan, jika ada, untuk item yang dipilih)
- Tombol F5 (Update konten dari semua jendela konsol)
- CTRL + F10 (Memaksimalkan jendela konsol yang aktif)
- CTRL + F5 (Memulihkan jendela konsol yang aktif)
- ALT + ENTER (Menampilkan kotak dialog Properties, jika ada, untuk item yang dipilih)
- Tombol F2 (Ubah nama item yang dipilih)
- CTRL + F4 (Close jendela konsol yang aktif. Ketika sebuah konsol hanya memiliki satu jendela konsol, jalan pintas ini akan menutup konsol)

Remote Desktop Connection Navigation

- CTRL+ALT+END (Open the m*cro$oft Windows NT Security dialog box
- ALT + PAGE UP (Beralih antara program dari kiri ke kanan)
- ALT + PAGE DOWN (Beralih antara program dari kanan ke kiri)
- ALT + INSERT (Cycle melalui program-program yang terakhir digunakan)
- ALT + HOME (Menampilkan menu Start)
- CTRL + ALT + BREAK (Beralih komputer klien antara jendela dan layar penuh)
- ALT+DELETE (Menampilkan the Windows menu) ALT + DELETE (Menampilkan the Windows menu)
- CTRL + ALT + Minus sign (-) (Membuat snapshot dari jendela aktif klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan menekan PRINT SCREEN pada komputer lokal.)
- CTRL + ALT + Plus sign (+) (Membuat snapshot dari seluruh area jendela klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan menekan ALT + PRINT SCREEN pada komputer lokal.)

Itulah penjelasan fungsi masing-masing tombol pada keyboard komputer. Untuk tombol di laptop, fungsinya masih sama, cum beberapa tombol dipersingkat dan ada beberapa fungsi ganda dari pengabungan beberapa tombol.

Fotografer Ini Berhenti Terima Job Foto Prewedding

30 November 2017 0 Komentar

"Tidak ada satupun ulama/ustadz yang menyatakan foto Prewedding itu Halal. MUI pun jelas menyatakan Prewedding itu Haram.."

Untuk pasangan yang hendak melaju ke pelaminan, tidak afdol bila sebelumnya tidak melakukan foto Prewedding. Zaman sekarang, foto Prewedding semacam menjadi kebutuhan tersendiri bagi calon pasangan suami-istri.


Tak heran bila sekarang banyak sekali Fotografer yang menyediakan jasa foto Prewedding dengan segala promo-promo menarik. Tak hanya itu, guna merekam setiap momen perjalan pernikahan, para Fotografer juga berlomba-lomba membuat promo menarik seperti paket komplit mulai dari Prewedding, Wedding hingga Postwedding.

Namun berbeda dengan Fotografer andal yang satu ini, saat banyak Fotografer bersaing untuk bisa memberikan jasa foto Prewedding, ia malah berhenti memberikan jasa tersebut.

Ia adalah Hendy Wicaksono, Fotografer yang jasanya sudah sering dipakai oleh tokoh publik hingga artis-artis ibukota. YouTuber Arief Muhammad pernah menggunakan jasanya saat menikahi Tiara Pangestika. Tak hanya itu, artis cantik Fanny Ghassani dan Ridwan Ghany juga pernah menggunakan jasanya saat menikahi pasangannya masing-masing.

Melalui akun Facebook dan Instagram pribadinya, Hendy Wicaksono memberikan keputusan bahwa dirinya tidak lagi mau menerima job untuk Prewedding. Pernyataan tersebut ia unggah pada hari Minggu (26/11/2017) lalu.

Keputusannya yang mengejutkan beberapa pihak ini pun tentu saja beralasan. Ada beberapa hal yang membuatnya mantap untuk menghentikan jasa yang sedang dicari banyak pasangan ini. Keputusannya ini pun terkait dengan halal tidaknya Prewedding dilakukan kepada pasangan yang belum sah dan resmi menikah.

Bahkan, ia sebagai Fotografer merasa bersalah karena menjadi salah satu penggagas dari jasa Prewedding ini. Simak pernyataan Hendy Wicaksono ini:

"Tidak ada satupun ulama/ustadz yg menyatakan kalo Prewedding itu Halal..
MUI pun jelas menyatakan Prewedding itu Haram..
Lalu bagaimana bisa saya memohon pekerjaan yg saya lakukan barokah.. dan halal.. kalo yg saya lakukan adalah hal yg jelas Haram..

Sudah bertahun tahun pernyataan itu saya dengar..
Dan dengan bodohnya saya masih cuek bebek..
Seolah olah.. demi sebuah “mata pencarian” saya buat hal ini menjadi “Halal”.. saya kiaskan itu semua dengan sebuah sebutan “karya”..
Faisal Haris Kaya, Penampilan Ibunya Sekilas Biasa Saja, Tapi Tangannya Bikin Syok, Netizen: Astaga
Bertahun tahun saya merasa menjadi penggagas perilaku mereka yg belum muhrim/halal untuk 
Berpegangan Tangan, Berpelukan, hingga Berciuman.. Astaghfirullah..
Hingga mereka pun yg sdh menutup aurat, saya dengan egois dan benar benar menutup hati mengajak mereka melakukan prewedding dgn berbagai macam alasan kalo hal ini “biasa”..Tanpa memperhatikan Apa yang akan masuk kedalam perut anak istriku dr nafkah yg Haram itu..
Pernikahan itu adalah hal baik.. maka jangan lah hal yg menuju kesana diisi dgn hal yg Haram..
Prewedding itu memang luar biasa..
Sebuah budaya yg dikemas baik, indah, enak dilihat mata, menyenangkam buat mereka yg melakukan dan yg mencari nafkah di dalamnya.. sehigga mampu membuat hal Haram terlihat Amat sangat Halal.

Astaghfirullah..
Ah si ini foto prewedding gpp kok..
Ah si anak pemimpin ini prewedding jg gpp kok
Ah artis ini foto jg kok..
Bla bla bla..
Kebenaran itu bukan dr siapa yg melakukan.. tp dari apa yg ada di Quran dan Hadist..
Namun saya sadar.. prewedding ini ada karena kami. Kami para fotografer yg menawarkan “layanan” ini.
Kami yg membuat budaya ini semakin berkembang.
Awalnya cuma di studio.. dalam kota.. luar kota.. hingga ke luar negeri..

Saya sadar.. tanggung jawab kami yg menyebarluaskan ini..
Dan Kali ini saya memutuskan unt behenti dari kegiatan prewedding ini.. Juga saya mohon maaf kepada mereka semua yg sdh pernah saya ajak unt melakukan foto prewedding.

Karir yg meningkat itu harusnya bukan membuat kita semakin berlimpangan harta, kedudukan yg membuat kita jd lupa diri, atau banyaknya populasi yg menyukai kita.. yg semua membuat kita semakin sibuk dgn urusan duniawi.. Tapi seharunya kita semakin paham apa yg kita dapatkan ini barokah atau cobaan..

Demi aturan agama saya.. Demi nafkah yg masuk ke anak istri saya.. Demi nilai budaya Ketimuran..
Bismillah
I Quit.." 

Sontak, pernyataannya ini pun menuai tanggapan yang beragam dari para netizen, di antaranya:

Feby Kosmetik: Subhanallah, meninggalkan sesuatu krna allah, insya allah berkah..
Risa Zuardi: Saya sangat setuju dan mendukung penuh hal ini....alahamdulilah dan insyaAllah saya akan mengikuti jejak mas @Hendy Wicaksono yang mengumumkan secara terbuka
Viona Fabian Rahman: Alhamdulillah ga pakai pre wedding.. After wedding aja album nya dilihat lagi
Kangmas Harno: Manteb jiwa..tetep istiqomah ya duluur...

Hingga Rabu (29/11/2017) jam 09.00 WIB, unggahan itu sudah dibagikan lebih dari 11 ribu kali dan mendapatkan lebih dari 2 ribu komentar netizen, demikian dikutip dari TribunWow.com. (*)

Fotografi: Euphoria atau Cinta?

8 Oktober 2017 0 Komentar

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana Fotografi dilakukan di jaman dahulu? Bagaimana para Fotografer pionir menemukan hasrat mereka pada kertas film dan gambar yang menjelma nyata di ruang gelap?


Jaman ketika belum ada kamera digital, Facebook, Instagram, Flickr, Twitter, dan semua jejaring sosial tempat berbagi foto. Waktu lomba fotografi belum diciptakan untuk memberi "standar" untuk kualitas sebuah foto. Waktu istilah hunting photo bareng dan motret massal belum ditemukan. Saat itu fotografi ada pada titik paling murni.

Melihat semakin banyak orang memotret, tentu menyenangkan untuk mereka yang suka Fotografi. Lebih banyak teman diskusi dan berbagi ilmu. Tapi, trend ini juga kemudian membuat batasan antara euphoria dan cinta menjadi kabur.

Coba tanyakan pada dirimu sendiri pertanyaan ini: "Kenapa saya memotret? Kenapa saya belajar Fotografi?" Apakah karena teman-temanmu yang lain melakukannya? Atau karena kamu ingin punya foto-foto untuk dipajang di jejaring sosial?

Apakah kamu memotret untuk mendapat pengakuan dari orang-orang atau sudah cukup bahagia dengan tahu bahwa kamu bisa memotret dengan baik, menyimpan momen dan gambar-gambar bagus dari hal-hal di sekelilingmu tanpa harus memperlihatkannya pada orang lain?

Tentu menyenangkan mendapat like, favorite, dan komentar-komentar bagus. Tentu membanggakan mendapat juara satu, dua, tiga, hadiah dan medali dari kontes Fotografi. Tapi di luar itu semua, apakah kamu sungguh meletakkan hati di atas kamera yang kamu pegang?

Euphoria Fotografi itu seperti ketika kamu melihat seseorang yang menarik lalu merasa terpikat. Seperti bubur yang baru selesai dimasak. Awalnya membuat penasaran, menegangkan, menggebu-gebu, panas, lalu kemudian melempem, dingin, hambar, dan membosankan. Kamera hanya tinggal pajangan. Menumpuk debu, berjamur, lalu jadi barang yang sia-sia.

Tapi cinta tidak punya akhir. Dia ditemukan untuk kemudian disadari bahwa keindahan dan kenikmatannya bertambah setiap hari. Meskipun tanpa penonton. Meskipun tanpa pengakuan lewat like, favorite, dan piala.

Jadi kalau kamu sudah cukup bahagia dengan foto-foto yang kamu simpan sendiri di lembar-lembar cetakan atau hard disk komputer, jangan berhenti. Teruslah memotret. Karena kamu memang menyukainya. (*dari Allophelia di Fotonela.com)

'Pengkhianatan G30S/PKI' Pernah Jadi Film Terlaris Indonesia

22 September 2017 0 Komentar

Selama bertahun-tahun 'Pengkhianatan G30S/PKI' menjadi film laris Indonesia. Hingga 1995, film ini ditonton hampir 700 ribu orang, demikian menurut data filmindonesia.or.id.


Film yang disutradarai Arifin C Noer ini membuat heboh dengan memecahkan rekor penonton pada 1984. Angka penontonnya tak tergoyahkan oleh film mana pun saat itu, sampai 1995. Membuat film dokudrama tentang cerita pembantaian tujuh jenderal itu tidak mudah.

Diproduseri G Dwipayana, film itu dibuat selama sekitar dua tahun dengan biaya Rp800 juta. Diproduksi oleh PPFN, Pengkhianatan G30S/PKI menjadi film komersial pertama yang berani bercerita soal peristiwa 1965.

Di tahun rilisnya, film itu dinominasikan memeroleh tujuh penghargaan di Festival Film Indonesia dan membawa pulang satu Piala Citra untuk Skenario Terbaik kepada Arifin C Noer. Setahun setelahnya, pada 1985 film itu masih mendapat penghargaan di FFI, kategori Film Unggulan Terlaris 1984-1985. Hadiah yang dibawa pulang adalah Piala Antemas.

Bukan hanya laris di bioskop, film itu dahulu juga ditayangkan di televisi selama bertahun-tahun setiap 30 September. Para pelajar pun wajib menonton film itu. Baru pada 1998 setelah Soeharto turun, film itu tak lagi ditayangkan.

Karya yang semula berjudul Sejarah Orde Baru itu dianggap merekayasa sejarah selama bertahun-tahun dan mengusung ide pengkultusan Soeharto ke otak para penontonnya.

PPFN atau Perum Propduksi Film Negara, yang memproduksi film itu, memang bertugas menyensor dan mengontrol perfilman yang beredar di tanah air kala itu. Disebut-sebut, G Dwipayana lah yang sebenarnya mengatur plot 'Pengkhianatan G30S/PKI'. Arifin C Noer hanya sutradara dan tak terlalu memasukkan ide kreatif.

G Dwipayana bukan hanya Ketua PPFN, ia juga staf presiden dan anggota militer. Film ini belakangan diributkan lantaran ada wacana untuk menayangkannya kembali. (*Sumber: CNN Indonesia)

Mengapa Dilarang Memotret di SPBU?

10 Maret 2017 0 Komentar

Di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selalu ada tanda sejumlah larangan, diantaranya dilarang merokok, dilarang memotret, dan dilarang menggunakan telepon genggam (hape). Semua itu dilakukan demi keselamatan di area SPBU.


Untuk larangan merokok tentu saja mudah dipahami, karena asap dan puntung rokok terutama bara api pada rokok dapat memicu timbulnya percikan api dan mengakibatkan kebakaran.

Namun untuk larangan memotret, masih banyak yang belum memahami arti larangan tersebut. Saya pun pernah mendapati pertanyaan tentang hal ini, dalam sebuah diskusi fotografi. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya pun melakukan penulusuran informasi di internet.

Pada salah satu website dipaparkan, larangan memotret di SPBU karena di SPBU ada ada area dispenser yang merupakan zone 0 (area yang selalu ada uap bahan bakar yang mudah terbakar) atau zone 1 (area yang kemungkinan besar ada uap bahan bakar) terutama jika saat berlangsung aktifitas pengisian bahan bakar ke mobil atau lainnya.

Area tersebut mengandung banyak uap bahan bakar yang mudah terbakar. Saat proses pengisian bahan bakar, di sekitar tangki akan terkumpul uap bensin (benzena). Kepekatan uap inilah yang sangat sensitif pada percikan api sekecil apapun.

Sebenarnya pada udara terbuka, kepekatan benzena tidak akan bertahan lama, sebab angin akan menguraikan uap benzena tersebut sehingga kecil kemungkinan terjadinya ledakan. Tetapi kita harus tetap hati-hati.

Menggunakan kamera foto di SPBU bisa membuat area tersebut meledak. Ketika seorang pengendara mengisi bahan bakar, maka saat itu akan muncul benzena di sekitar tangki pengisian. Benzena tersebut akan bercampur dengan udara, ketika campuran itu terpicu oleh suatu sumber energi semisal kamera, maka akan berpotensi terbakar.

Bagian kamera yang dapat menimbulkan percikan api adalah baterei, beberapa sumber juga menyebut lampu flash/kilat (blitz). Meski sebenarnya produsen kamera sudah memperhatikan faktor keamanan, tetapi jika tidak hati-hati bisa menyebabkan terjadinya percikan api.

Memotret di area tersebut diperbolehkan jika spesifikasi kamera menyebutkan, EX (explosion proof) atau IS (Intrinsically Safe). Jadi kamera harus yang berspesifikasi boleh dipakai di tempat yang memiliki potensi bahaya kebakaran atau ledakan. Inipun harus disertifikasi (certified) dan menggunakan PTW (Permit to Work).

Namun jika harus memotret SPBU atas suatu keperluan, misalnya profil perusahaan, biasanya hal tersebut disiasati dengan jarak pengambilan gambar, arah pengambilan gambar dan tidak menggunakan lampu flash. Jarak untuk meyakinkan di zona aman saat memfoto. Menghindari arah angin yang mungkin membawa uap bahan bakar. Serta tidak memakai lampu flash karena cahaya blitz juga bisa berpotensi sebagai ignition source. (*)

Jalan Panjang Pers Nasional: Jangan Gagap Teknologi

9 Februari 2017 0 Komentar

Oleh: Ilham Halimsyah. Pemerhati pers, tinggal di Maros-Sulawesi Selatan.


Bukit Tamangura Maros
Ilham Halimsyah di Bukit Tamangura Maros.

Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 menyebutkan bahwa 9 Februari diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Keputusan yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985 itu juga menyebutkan bahwa Pers Nasional Indonesia mempunyai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila.

Sebelum Kepres itu lahir, sebenarnya HPN telah digodok sebagai salah satu butir keputusan Kongres ke-28 Persatuan Wartawan (PWI) di Padang, Sumatera Barat, pada 1978. Kesepakatan tersebut, tak terlepas dari kehendak insan pers untuk menetapkan satu hari bersejarah untuk memperingati peran dan keberadaan pers secara nasional.

Kemudian, dalam sidang ke-21 Dewan Pers di Bandung pada 19 Februari 1981, kehendak tersebut disetujui oleh Dewan Pers untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah sekaligus menetapkan penyelenggaraannya.

Lahirnya HPN tidak bisa dilepaskan dari fakta sejarah tentang peran penting wartawan sebagai aktivis pers dan aktivis politik. Sebagai aktivis pers, wartawan bertugas dalam pemberitaan dan penerangan guna membangkitkan kesadaran nasional serta sebagai aktivis politik yang menyulut perlawanan rakyat terhadap kemerdekaan.

Peran ganda tersebut tetap dilakukan wartawan hingga setelah proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1945. Bahkan, pers kemudian mempunyai peran strategis dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Pada 1946, aspirasi perjuangan wartawan dan pers Indonesia kemudian menemukan wadah dan wahana yang berlingkup nasional pada 9 Februari 1946 dengan terbentuknya organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kelahiran PWI di tengah situasi perjuangan mempertahankan Republik Indonesia dari ancaman kembalinya penjajahan, melambangkan kebersamaan dan kesatuan wartawan Indonesia dalam tekad dan semangat patriotiknya untuk membela kedaulatan, kehormatan, serta integritas bangsa dan negara.

Kehadiran PWI diharapkan mampu menjadi tombak perjuangan nasional menentang kembalinya konolialisme dan dalam menggagalkan negara-negara boneka yang hendak meruntuhkan Republik Indonesia.

Selanjutnya, tokoh-tokoh surat kabar dan tokoh-tokoh pers nasional berkumpul mengikrarkan berdirinya Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) pada 6 Juni 1946 di Yogyakarta. SPS didirikan atas kesadaran bahwa sejarah lahirnya surat kabar dan pers itu berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dari sejarah lahirnya idealisme perjuangan bangsa mencapai kemerdekaan.

SPS menyerukan agar barisan pers nasional perlu segera ditata dan dikelola baik dalam segi ide serta komersialnya. Hal itu mengingat bahwa pada kala itu pers penjajah dan pers asing masih hidup dan tetap berusaha mempertahankan pengaruhnya.

Meski sebetulnya SPS telah lahir empat bulan sebelum, yakni bersamaan dengan lahirnya PWI di Surakarta pada 9 Februari 1946. Karena kesamaan itulah, banyak orang yang kemudian menjuluki SPS dan PWI sebagai "kembar siam". Pada 9-10 Februari itu, wartawan dari seluruh Indonesia berkumpul dan bertemu. Mereka datang dari beragam kalangan wartawan, seperti pemimpin surat kabar, majalah, wartawan pejuang dan pejuang wartawan.

Setelah 26 tahun, pengalaman pers nasional dan kesulitan di bidang percetakan melahirkan Serikat Grafika Pers (SGP) pada pertengahan tahun 1960-an. Kesulitan semakin mencekik ketika kemerosotan peralatan cetak dalam negeri digempur kecanggihan teknologi mutakhir luar negeri.

Kelimpungan dengan hal itu, tergeraklah keinginan untuk meminta pemerintah ikut mengatasinya dan memperbaiki keadaan pers nasional dan berkontribusi dalam pengadaan peralatan cetak dan bahan baku pers. Hingga akhirnya, pada Januari 1968 dilayangkan nota permohonan kepada Presiden Soeharto.

Menanggapi hal itu, pemerintah mengesahkan Undang Undang penanaman modal dalam negeri yang menyediakan fasilitas keringanan pajak dan bea masuk serta dimasukkannya grafika pers dalam skala prioritas telah memacu berdirinya usaha-usaha percetakan baru. Maka berlangsunglah Seminar ke-1 Grafika Pers Nasional pada Maret 1974 di Jakarta. Kemudian, keinginan untuk membentuk wadah grafika pers SGP terwujud pada 13 April 1974.

Selain wartawan cetak, para tokoh radio siaran pun memikirkan wadah untuk mengembangkan profesionalisme penyelenggaraan radio siaran swasta dengan membentuk organisasi bersifat nasional. Maka diselenggarakan Kongres pertama Radio Siaran Swasta se Indonesia yang dihadiri 227 orang peserta, mewakili 173 stasiun radio siaran swasta dari 34 kota di 12 provinsi saat itu.

Kongres yang digelar di Balai Sidang Senayan Jakarta pada 16-17 Desember 1974 itu melahirkan organisasi Persatuan Radio Siaran Swasta Niaga Indonesia yang disingkat PRSSNI. Selanjutnya, pada Munas ke IV PRSSNI di Bandung tahun 1983, kata "Niaga" diganti "Nasional" sehingga menjadi Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional  Indonesia dan tetap disingkat PRSSNI.

Organisasi pers nasional pun terus berkembang, hingga lahirnya Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) yang dalam Undang Undang Nomor 21 Tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Pers ditetapkan sebagai anggota organisasi pers nasional.

Bergulirnya reformasi, melahirkan kebebasan dan keterbukaan informasi di Indonesia. Jika pada era Orde Baru, hanya PWI yang diakui sebagai satu-satunya organisasi profesi kewartawanan, maka sejak era reformasi telah muncul puluhan organisasi wartawan, seperti halnya dengan pembentukan partai-partai politik.

Diantaranya lahir Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada 7 Agustus 1994 di Bogor yang dilatarbelakangi oleh penandatanganan Deklarasi Sirnagalih yang intinya menuntut dipenuhinya hak publik atas informasi, menentang pengekangan pers, menolak wadah tunggal untuk jurnalis, serta mengumumkan berdirinya AJI.

Sejak berdiri hingga saat ini, AJI memiliki kepedulian pada tiga isu utama, yakni pertama, perjuangan untuk mempertahankan kebebasan pers. Kedua, meningkatkan profesionalisme jurnalis. Ketiga, meningkatkan kesejahteraan jurnalis.

Untuk menumbuhkan profesionalitas pengelolaan organisasi wartawan, Dewan Pers menganggap perlu menetapkan standar organisasi wartawan yang berlaku secara nasional. Dari puluhan organisasi wartawan yang ada, Dewan Pers menilai ternyata hanya 4-5 organisasi wartawan yang memenuhi syarat, diantaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

Era reformasi juga melahirkan organisasi yang menghimpun para jurnalis televisi, seiring dengan perkembangan media televisi di tanah air. Ratusan jurnalis televisi berkumpul di Jakarta untuk melakukan kongres pertama dan sepakat mendirikan IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) pada 8-9 Agustus 1998.

Kemudian di era moderen, pers berkembang dengan cepat dan melahirkan "Jurnalistik Online." Jurnalistik generasi baru ini lahir seiring dengan kemunculan media online (internet) sebagai salah satu media baru. Jurnalisme online merupakan jurnalisme generasi ketiga setelah jurnalisme cetak (media cetak seperti suratkabar dan majalah) dan jurnalisme elektronik (radio dan televisi).

Perkembangan ini menjadikan setiap wartawan masa kini "wajib" menguasi wawasan dan keterampilan online, apalagi media konvensional, --suratkabar, majalah, tabloid, radio, dan televisi-- memiliki versi online agar tiba ke pembaca dengan lebih cepat.

Maka dunia pers Indonesia jangan gagap teknologi. Pers nasional harus menerima perkembangan teknologi dengan baik dan wartawan harus paham internet. Sebab laju informasi tidak dapat dihambat dan akan terus mengalir ke ruang publik, di mana pun, kapan pun. Selamat Hari Pers Nasional. (*)

Memandang Pesona Karts dari Kafe Puncak Rammang Rammang Maros

8 Oktober 2016 0 Komentar

Kawasan wisata alam Rammang Rammang Maros sebagai destinasi baru pariwisata di Sulsel terus dikembangkan. Kawasan yang terletak di antara gugusan karts Maros-Pangkep tersebut kini dilengkapi dengan beragam sarana untuk memanjakan pengunjung, diantaranya kafe atau kedai makanan dan minuman.

Kafe Puncak Rammang Rammang Maros
Kafe Puncak Rammang Rammang Maros. (Maccanews.com)

Kehadiran kedai ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang akan merasakan nikmatnya sensasi bersantai pada bangunan kedai yang berdiri tegak di atas puncak gunung karst di Kampung Berua Rammang Rammang Maros.

Sejak dibuka beberapa pekan lalu, kafe ini mulai dipadati pengunjung yang ingin merasakan sensasi bersantai di atas pegunungan karts sambil menikmati minuman dan penganan yang disajikan. Kafe ini terletak sekira 200 meter dari permukaan laut dengan akses anak tangga menuju puncak gunung tempat kedai ini berdiri.

Pengunjung pun dapat mengabadikan moment dengan latar bentangan keindahan alam ini. Jika mengunjunginya di sore hari, pengunjung bisa sambil menunggu sunset. Meski bangunan kedai ini masih baru, namun ratusan pengunjung memadatinya setiap hari.

Bahkan di hari libur seperti Sabtu dan Minggu, pengunjung mesti antri untuk mendapatkan tepat duduk di kafe untuk memandang gugusan gunung karst dari ketinggian tentu memanjakan mata. Harga minuman dan makanan yang disajikan di kafe ini terbilang murah, hanya Rp.7000 hingga Rp.15.000 saja.

Informasi dari Maccanews.com, pemilik Kafe Puncak Rammang Rammang Maros, Hamzah menuturkan, kafe ini dibangun atas inisiatif sendiri dengan memanfaatkan lahan berbatu di atas lahan milik keluarganya yang terpisah dari bentangan gugusan gunung karst Maros-Pangkep. Tepatnya di Desa Salenrang Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros.

Nuansa alam pedesaan masih sangat kental dijumpai di sini, udara segar dan suasana alami menjadikannya begitu menarik. Apalagi akses menuju ke Kampung Berua Dusun Rammang Rammang ditempuh dengan perahu menyusuri Sungai Pute.

Jika ingin mengunjungi Kafe Puncak Rammang Rammang Maros, pengunjung hanya berjalan kaki sekira lima puluh meter dari dermaga dan berjalan di pematang sawah dan tambak. (*)

Legenda Situs Kerbau dan Keindahan Bukit Tamangura Maros

14 September 2016 0 Komentar

Bukit Tamangura di Dusun Samariga Desa Baruga Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros Sulawesi Selatan menyimpan keindahan tersendiri.

Bukit Tamangura Maros
Puncak Bukit Tamangura Maros.

Dari bukit yang terletak tidak jauh dari kawasan wisata unggulan, Rammang Ramang Maros ini dapat dilihat indahnya gugusan karts dan hamparan sawah di sekitarnya, juga indahnya matahari terbenam di ufuk barat.

Bukit Tamangura mulai populer dan mulai dikunjungi warga, serta sejumlah wisatawan lokal pada akhir tahun 1990-an hingga awal tahun 2000. Bersantai di puncak bukit sambil menikmati pemandangan alam menjadi daya tariknya.

Ditambah keberadaan batu unik yang bentuknya menyerupai badan kerbau. Posisi batu ini berada di tepi jurang dan menempel di bukit batu tanpa bersambungan langsung dengan batu yang lainnya.

Mengunjungi Bukit Tamangura bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat maupun roda dua. Diantaranya dari jalan poros Maros-Pangkep di daerah Salenrang, berbelok menuju jalan poros arah ke pabrik Semen Bosowa Maros hingga ke Dusun Samariga hingga sebuah bukit batu terlihat dari sisi kiri jalan. Kemudian berjalan kaki kurang lebih 10 hingga 15 menit menuju objek situs batu kerbau tersebut.

Masyarakat sekitar menyebut batu ini situs kerbau, karena memang dipercaya sebagai jelmaan potongan badan kerbau. Menurut cerita warga sekitar, batu ini pernah didorong dan dijatuhkan ke dasar jurang oleh oknum tidak bertanggung jawab, tetapi keesokan harinya batu itu kembali ke tempatnya semula.

Website radio Maros FM menyebut, salah satu cerita rakyat tentang situs kerbau ini adalah dulunya ada seekor kerbau yang akan disembelih dalam sebuah acara adat. Namun sang pemilik acara terlalu sombong dan menantang penduduk yang bisa menyembelih kerbaunya, maka akan mendapatkan hadiah dari yang empunya acara.

Beberapa penduduk mencoba, tetapi tidak satupun yang berhasil. Jangankan menyembelih, melukai sedikitpun kulit kerbau itu tidak ada yang berhasil. Kemudian muncullah seorang sakti yang akhirnya berhasil menyembelih kerbau itu.

Kerbau yang disembelih itu pun berlari mengelilingi 7 kampung pada masa itu hingga akhirnya tubuh kerbau itu berubah menjadi batu.

Dari tradisi lisan itu, beberapa kampung lainnya juga terlihat punya hubungan dengan cerita kerbau batu itu, yakni di Dusun Galaggara terdapat kepala kerbau yang berubah pula jadi batu, serta di Dusun Mangngai yang konon tempat isi perut sang kerbau.

Sementara di beberapa sawah yang bermunculan di antara batu-batu karst di sekitar desa itu dipercaya sebagai darah kerbau yang akhirnya menjelma menjadi batu. Masyarakat sekitar pun percaya, situs batu dan tradisi lisan Tamangura menjadi bukti dan memuat pelajaran untuk jangan pernah berlaku sombong.

Kini Bukit Tamangura tidak setenar dulu lagim beberapa penambang batu mulai merangsek mengepungnya, entah sampai kapan situs ini akan mampu bertahan. Maka kunjungilah sebelum batu kerbau itu benar-benar punah. (*Ilham Halimsyah)

August 19th: World Photo Day

19 Agustus 2016 0 Komentar

The date behind World Photo Day originates from the invention of the Daguerreotype, a photographic processes developed by Joseph Nicèphore Nièpce and Louis Daguerre in 1837.
The Daguerreotype Process
On January 9, 1839, The French Academy of Sciences announced the daguerreotype process. A few months later, on August 19, 1839, the French government purchased the patent and announced the invention as a gift "Free to the World".

It should be noted that the Daguerreotype wasn't the first permanent photographic image. In 1826, Nicèphore Nièpce captured the earliest known permanent photograph known as 'View from the Window at Le Gras' using a process called Heliography.

View from the Window at Le Gras

August 19th, 1839 was chosen as the date behind World Photo Day based on the following historical merits:

- The Daguerreotype as the first practical photographic process.
- The purchase and release of the patent by the French government.

25 Tahun Internet Merubah Cara Kita Berinteraksi

10 Agustus 2016 0 Komentar

Bagi masyarakat modern, internet merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kegiatan sehari-hari. Secara sederhana, masyarakat menggunakan internet untuk e-mail, sosial media, chating, bermain game atau menonton video streaming.

Tim Berners-Lee.
Usia internet kini 25 tahun, uisa yang cukup matang melalui berbagai peristiwa dan perubahan, Menjadi salah satu penemuan terpenting pada abad 21 ini, tentu saja internet masih akan berkembang pada beberapa dekade kedepan.

Merayakan ulang tahun yang ke 25 internet bukan hanya berarti merayakan teknologi, namun merayakan sesuatu yang dampaknya merubah dunia. Internet telah merubah cara kita berinteraksi, tidak hanya telepon tapi chatting dan video-calling sudah menjadi komunikasi standar masyarakat modern.

Begitu banyak teknologi dan perusahaan yang tidak mungkin lahir tanpa internet, seperti Facebook, Google, Twitter, WhatsApp atau layanan jual-beli seperti Kaskus, Amazon atau iTunes. Internet juga berperan dalam bidang lain selain teknologi, di bidang finansial internet digunakan untuk Bank dan mesin ATM dan bidang kemanan digunakan pada CCTV.

Meski begitu akrab dengan kehidupan, namun masih banyak orang yang belum mengetahui kisah terciptanya internet hingga perkembangannya sampai saat ini. Mengutip situs TheVron, kelahiran internet berawal pada Maret 1980, saat itu ilmuwan kebangsaan Inggris, Tim Berners-Lee mengajukan proposal ke organisasi riset Eropa terbesar, CERN (European Organization for Nuclear Research) di Swedia. Proposal tersebut berupa Manajemen Sistem Informasi (Information Management System) yang akhirnya sukses melahirkan cikal bakal jaringan internet yaitu HTTP (Hypertext Transfer Protocol).

Agustus1991: World Wide Web Lahir

Proposal Tim Berners-Lee akhirnya diterima oleh CERN, hasil dari proposal tersebut melahirkan jaringan website pertama yang bernama World Wide Web (WWW), inilah sebabnya saat kita membuka website di internet diawali dengan www.

Ini menandai untuk pertama kalinya web tersedia untuk umum. Pada saat mengembangkan web Tim Berners-Lee menggunakan komputer buata Steve Jobs NeXTcube dengan sistem operasi NeXTSTEP produksi perusahaannya bernama NeXT. Komputer tersebut menjadi Server Web pertama di dunia.

Lalu situs internet pertama di dunia itu dibuka perdana untuk publik pada 6 Agustus 1991. Tim hanya mengumumkan proyek tersebut dalam sebuah grup Usenet, yaitu sebuah protokol komunikasi antar komputer yang terhubung melalui jaringan. Usenet disebut juga sebagai nenek moyang forum internet dan sudah ada sebelum internet atau world wide web dirilis.

Juli 1992: Foto Upload Pertama

Jauh sebelum istilah selfie populer, grup musik bernama Les Horribles Cernettes menjadi foto pertama yang diunggah ke website. Foto diambil oleh Silvano de Gennaro yang kemudian di-upload oleh Tim Berners-Lee.

September 1993: Web Browser Populer Pertama

Nexus pada 1990 merupakan web browser pertama di dunia yang dipakai oleh Tim, namun baru pada September 1993 web browser populer pertama lahir. Marc Andressen lah yang membuat Mosaic, internet browser populer pertama di dunia.

Januari 1994: Web Conference Internasional Pertama

Pada acara UCLA Superhighway Summit, konferensi internasional pada World Wide Web pertama dilakukan, menggunakan browser Mosaic buatan Marc Andressen. Salah satu tokoh peserta pada acara itu adalah Al Gore, mantan wakil presiden Amerika. Pada tahun ini juga tahun organisasi World Wide Web Consortium (W3C), yaitu konsorsium internet dunia didirikan.

Pertengahan 1994: Kafe Pertama yang Menawarkan Browsing

Tahun 1994 tampaknya menjadi tahun ketika internet mulai dikenal dan dipakai masyarakat luas Bahkan banyak bermunculan kafe yang menawarkan akses browsing internet di beberapa negara maju saat itu seperti AS, Kanada, dan Inggris.

Pertengahan 1994: Blog Pertama

Justin Hall perupakan blogger pertama di dunia, dia pertama kali membuat website harian alias ‘web diary’ bernama Justin’s Links from the Undergroud. Untuk pertama kali website dipakai oleh orang biasa untuk tulisan pribadi, dimana sebelumnya website digunakan untuk memberikan informasi atau berita. Ide ‘blog’ kemudian menjadi inspirasi untuk website media sosial saat ini.

April 1995: Kelahiran Toko Online

Jeff Bezos pada 1995 membuat amazon.com, toko berbasis online pertama yang awalnya menjual buku melalui website, dengan pembeli bernama John Wainwright menjadi pembeli toko online pertama. Di tahun yang sama situs eBay dibuat oleh programmer komputer Pierre Omidyar, awalnya merupakan website untuk lelang barang.

Agustus 1996: XML Dibuat

Extensible Markup Language (XML) merupakan standar bahasa yang mampu membuat struktur visual dokumen pada website secara rapih dan konsisten. XML dibuat pada Agustus 1996 oleh delapan pakar teknologi yang didukung oleh 150 pakar lain.

Agustus 1996: Handphone dengan Internet Pertama

Nokia 9000 Communicator merupakan handphone pertama yang dapat mengakses internet. Handphone menyerupai laptop ini merupakan high-end pada masanya. Fitur akses internet ini menjadikan penggunanya dapat online di mana saja.

Begitulah kisah terciptanya internet yang telah merubah cara kita berinteraksi dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan kita sehari-hari. (*)

 
IHSYAH blogwork | lihat juga BLOGSPOTISME